Iklan

batampos.co.id – Menyambut kalender pariwisata yang dihelat pemkab Natuna tahun ini, berbagai elemen masyarakat turut berpartisipasi salah satunya Lembaga Promosi Pariwisata Natuna (Lappan) Natuna.

Iklan

Mereka akan menggelar lomba Jung pada bulan Mei mendatang. Sekaligus upaya melestarikan dan menghidupkan kembali tradisi masyarakat Natuna dimasa silam.

Ketua Lappan Natuna, Zaharudin mengatakan, Jung merupakan perahu tanpa awak dengan ukuran mini. Ukuran panjang jung sekitar 40 hingga 50 centimeter dengan lebar sekitar 10 hingga 15 centimeter.

Perahu mini tersebut dilengkapi dengan layar setinggi 1 sampai 1,5 meter dan penyeimbang selebar 1 meter. Kemudian di bagian buritan terpasa moncong lancip sepanjang 1 meter.

“Kita sudah pastikan pada musim angin Timur Laut nanti perlombaan Jung digelar. Lokasinya di wilayah pantai Tanjung,” kata Zaharudin kemarin.

Menurutnya, tahap pertama perlombaan itu akan digelar di tingkat lokal. Dengan peserta dari beberapa Kecamatan di Pulau Bunguran. Hanya saja penontonnya bisa sja berskala internasional. Pada perlombaan itu kecepatan jung akan jadi penilaian utama.

“Berdasarkan hasil survie yang telah dirilis beberapa lembaga, Jung Natuna dinyatakan paling cepat di Asia. Kecepatannya bisa mencapai 40 knot. Jadi ninti bisa saja pagelaran itu dihadiri oleh pecinta Jung dari lintas negara,” ujar Deng.

Zaharudin mengatakan, pada masa kolonial (Belanda dan Jepang,red), lomba pacu Jung di Natuna merupakan salah satu ivent bergensi. Dengan itu Jung Natuna terkenal di Jepang hingga ke Belanda.

Seradu dan kaum kolonial tempo dulu menjadikan pagelaran ini sebagai ajang perjudian sehingga antusias pemain jung semakin tinggi dimasanya kolonial.

“Maka nanti pada acara itu kami akan melibatkan Muri untuk memberikan assisment pada semua sisi Jung Natuna. Kami berharap paling tidak sisi kecepatannya bisa masuk rekor Muri,” tandasnya.(arn)