Iklan

batampos.co.id – Meningkatnya kunjungan pasien ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bintan membuat beban perawat dan petugas medis makin berat. Karena itu, Bupati Bintan Apri Sujadi meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Bintan menaikkan insentif atau menambah tenaga medis.

“Dua opsi itu sebagai referensi. Tujuannya supaya masyarakat bisa dilayani dengan baik,” ujar Apri saat acara Senam Cerdik dan Sehat yang diselenggarakan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia Cabang Kabupaten Bintan di Lapangan Relief Antam, Kijang, Jumat (16/3).

Apri menyampaikan, sejak diberlakukannya program berobat gratis pasien yang berobat ke rumah sakit pelat merah di Bintan itu meningkat signifikan. “Biasanya 200 hingga 300 pasien per bulan, saat ini bisa mencapi 2.000 pasien per bulan,” ujar Apri.

Peningkatan jumlah pasien itu, jelas membuat beban perawat dan petugas medis bertambah. Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cabang Kabupaten Bintan, Pandapotan Hutabarat mengatakan, seluruh perawat di Kabupaten Bintan siap mendukung program pemerintah daerah di bidang kesehatan. Ia juga sangat mengapresiasi atas kebijakan Bupati yang berkeinginan untuk memperhatikan insentif bagi tenaga perawat.

“Tentunya kita sangat senang, pemerintah daerah memperhatikan dan mengapresiasi kerja keras kami para perawat,” ujarnya.

Dia juga mengatakan saat ini jumlah perawat yang sudah memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) Perawat terampil di Kabupaten Bintan berjumlah 295 orang. Dan untuk ke depannya ditargetkan sebanyak 500 perawat sudah memiliki STR. “Karena perawat garis depan dalam melayani pasien yang sakit,” tukasnya. (met)