Iklan
ilustrasi

batampos.co.id – Salah satu tolok ukur kenyamanan berkendara ialah besar kecilnya guncangan saat kendaraan melaju.

Namun tak jarang kendaraan memiliki suspensi yang keras. Akibatnya, guncangan yang terjadi teramat hebat. Sehingga, pengendara menjadi cepat lelah.

Selain guncangan keras, suspensi rusak juga kerap menimbulkan suara berisik. Saat melewati lubang atau polisi tidur, kendaraan menjadi berbunyi ‘ngik-ngik’ atau bottoming. Bottoming, adalah kondisi kendaraan mentok ke bawah atau kena jalan. Bila kondisi ini dibiarkat terjadi berlarut-larut, kendaraan bisa rusak.

Lantas apa to penyebab kendaran mengalami bottoming saat melewati lubang dan polisi tidur? Shockbreaker rusak menjadi salah satu penyebabnya. Saat shockbreaker rusak, komponen ini fungsinya hanya menjadi seperti per atau pegas. Getaran-getaran yang terjadi saat berkendara, tidak akan bisa diredam.

Business Development TDR, Benny Rahmawan menjelaskan penyebab rusaknya shockbreaker. “Penyebab rusaknya shockbreaker karena ketidaktahuan setting-an shockbreaker, kelebihan beban, dan tidak menjaga kebersihan shockbreaker,” katanya, di TDR Technology Center.

Umumnya, pemilik sepeda motor tidak tau cara setting spring. Selain itu juga banyak mekanik yang tidak mau melakukan analisa kerusakan shockbreaker. “Misalnya, jadi banyak orang yang bilang, ‘Shockbreaker saya keras’. Kan keras itu, kerasnya karena apa? Kegemukan atau kekerasan? Keras bisa muncul karena terlalu lembut. Akhirnya terjadi bottoming. Jadi, gejalanya karena kelembutan jadi muncul keras. Itu yang tidak dianalisa. Hal ini sebenarnya memotong umur shock, bisa sampai 60-70 persen,” bebernya panjang lebar.

Ia menambahkan, rusaknya shockbreaker dapat mengakibatkan hilangnya fungsi safety kendaraan. Benny menyarankan agar shockbreaker rusak diganti dengan yang baru. “Kita tidak menyarankan dibenarkan, tapi diganti. Kenapa? Bila hanya satu komponen diganti dengan yang baru, apakah komponen lainnya akan tahan lama juga? Umur dari komponen baru itu juga tidak akan bertahan sebagaimana mestinya karena komponen pendukung lainnya di dalam shockbreaker, kualitas atau daya tahannya juga sudah menurun, atau juga sudah aus,” terangnya.

Sementara soal perawatan, Benny mengatakan agar selalu menjaga kebersihan shockbreaker. Ia juga menegaskan bila membawa kendaraan, melaju kencang saat melewati lubang hingga menyebabkan mentok atau bottoming.

(sab/JPC)