Iklan

batampos.co.id – Pelaksanaan kegiatan Pusat Pendidikan Islam (PPI) yang direncanakan Pemko Tanjungpinang terpaksa ditunda. Hal ini lantaran ketersediaan dana operasional untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Iklan

Kepala Dinas Pendidikan Tanjungpinang, Dadang AG menegaskan, rencana dan segala persiapan sebenarnya sudah matang. “Tapi karena terkendala dana, ya jadi harus ditunda,” ungkap Dadang, kemarin.

Menurut Dadang, sebenarnya Desember lalu sudah direncanakan secara matang proses pembukaan PPI di Pulau Penyengat. Ditandai dengan dibukanya penerimaan bagi para peserta didik. “Rencananya berapa pun yang mendaftar nanti, proses pembelajaran tetap langsung dimulai. Tapi sekarang ya dihentikan dulu sampai ada dana operasionalnya,” sambung pria berkacamata ini.

Sementara terkait persiapan anggaran, ia menuturkan anggaran akan kembali diajukan pada APBD Perubahan kali ini. Meski belum dapat memaparkan nilai dari dana yang akan diglontorkan, Dadang menjelaskan penganggaran pada tahap pertama akan diarahkan untuk proses persiapan pembukaan PPI Penyengat, Tanjungpinang hingga penggajian guru-guru yang mengajar di sana.

Seperti yang diketahui sebelumnya, PPI yang diwacanakan buka di Pulau Penyengat merupakan impian mantan Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, untuk mengembalikan Penyengat sebagai pusat pembelajaran Islam di Tanjungpinang. Dimana sebelumnya Pemko menargetkan akan mulai dibuka pada Juli lalu. Namun belum matangnya persiapan dan anggaran, membuat Pemko mau tak mau mengundurkan niatnya itu hingga Desember nanti.

PPI di Penyengat ini, akan mengambil seluruh tenaga pengajar agama islam yang telah ada di Pulau Penyengat dan juga direncanakan menambah pengajar lainnya dari instansi pendidikan islam terkemuka lainnya. (aya)