Iklan
ilustrasi

batampos.co.id – Perbankan terus mempermudah layanan nasabah seperti permintaan informasi dan blokir kartu. PT Bank Mandiri Tbk, misalnya, menghadirkan layanan berupa chatbot bernama Mandiri Intelligence Assistant (Mita).

Iklan

Mita merupakan chatbot yang berfungsi sebagai virtual customer service yang dapat melayani nasabah selama 24 jam setiap hari. Chatbot Mita merupakan salah satu langkah transformasi digital Bank Mandiri dalam memberikan layanan yang lebih efektif, efisien, dan customer oriented.

Mita juga dapat melayani blokir kartu debit dan kredit nasabah. Dengan begitu, ketika nasabah mengalami masalah pada kartu atau hilang, proses blokir tidak harus melalui telepon ke contact center atau mendatangi kantor cabang.

Senior Vice President Customer Care Bank Mandiri Lila Noya menyatakan, nasabah hanya perlu membuka situs resmi www.bankmandiri.co.id, pilih menu perbankan atau kartu kredit, lalu masuk ke chatbot Mita.

’’Pemblokiran bisa langsung dilakukan setelah nasabah mengisi data yang diminta Mita. Setelah itu, kartu otomatis terblokir,’’ ujarnya saat peluncuran Mita dan pembaruan website Mandiri, Rabu (19/3).

Setelah kartu terblokir, call center Bank Mandiri akan menghubungi nasabah untuk memastikan kebenaran permohonan pemblokiran kartu. Jika ternyata tidak melakukan permohonan pemblokiran namun menerima konfirmasi dari call center Bank Mandiri, nasabah pemegang kartu bisa langsung meminta blokir dibatalkan.

’’Misalnya, ternyata yang chat dengan Mita atau yang melakukan permohonan pemblokiran kartu tersebut orang jahil, bisa langsung kami buka lagi akses kartu nasabah yang asli,’’ jelasnya.

Ke depan, Mita terus dikembangkan sehingga tidak hanya bisa memproses permintaan informasi dan blokir kartu. Dalam jangka panjang, Mita dapat memproses transaksi perbankan. Tahun lalu interaksi melalui layanan contact center digital Bank Mandiri, yakni e-mail dan media sosial, mencapai 10 persen dari total interaksi ke contact center.

Frekuensinya pun meningkat sekitar 40 persen dari tahun sebelumnya. Dari rasio itu, interaksi nasabah di layanan e-mail dan media sosial terdiri atas permintaan informasi 51 persen, permintaan bantuan 28 persen, dan keluhan 21 persen.

Selain meluncurkan Mita, Bank Mandiri memperbarui tampilan website resminya. Menurut Direktur Digital Banking & Technology Bank Mandiri Rico Usthavia Frans, perubahan perwajahan website tersebut merupakan respons perseroan atas masukan nasabah, stakeholder dan masyarakat, serta kajian internal perusahaan.

’’Kami ingin meningkatkan kualitas dan pola komunikasi perusahaan dan seluruh stakeholder, termasuk nasabah dan regulator. Kami pun terbuka atas ruang-ruang perbaikan lain guna mengembangkan website itu,’’ ujarnya.

Bank Mandiri memiliki 21,9 juta nasabah tabungan dan 1,8 juta nasabah kredit hingga akhir Desember 2017. Rata-rata website visitor Bank Mandiri tercatat 155 ribu visitor per hari. (rin/c22/fal/jpg)