Iklan

 

Gubernur Kepri Nurdin Basirun memimpin rapat dengan organisasi Perangkat daerah (OPD) terkait aspirasi yang disampaikan masyarakat, Senin (19/3). F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menegaskan kepada seluruh OPD untuk dapat menyesuaikan hasil pekerjaan dengan kebutuhan masyarakat dan peraturan serta mekanisme yang ada. Di negara demokrasi, aspirasi dari masyarakat adalah mutlak harus ada. Sebagai bahan penilai kinerja juga bahan koreksi jika hasil yang dirasa belum memberi manfaat.

“Menjawab semua aspirasi tersebut harus kita tunjukan dengan kinerja yang maksimal,” tegas Nurdin saat memimpin rapat OPD di ruang kerja kantor Gubernur, Istana Kota Piring, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Senin (19/3) petang.

Gubernur kembali memimpin rapat dengan OPD setelah menerima kelompok masyarakat menyampaikan aspirasi mereka di Aula Wan Sri Beni, Dompak, Senin siang. Padahal sebelumnya Nurdin pada Senin pagi sudah memimpin rapat yang dihadiri seluruh Kepala OPD.

Nurdin juga menegaskan meskipun banyak kabar dari luar yang beredar, ia tidak dengan mudah begitu saja menelan kabar tersebut. Namun ada baiknya dapat dijadikan masukan dan pelajaran dalam menjalankan roda pemerintahan dengan baik.

“Aspirasi yang datang, tanggapi dengan kepala dingin dan segera cari solusinya, Apa yang di katakan benar kita diperbaiki, apa yang dikatakan salah maka kita buktikan yang benar,” tambah Nurdin.

Rapat sendiri berisikan saran dan tanggapan dari beberapa OPD terkait dokumen butir-butir aspirasi yang disampaikan oleh kelompok masyarakat pada pertemuan sebelumnya, hadir pada rapat tersebut Seluruh Asisten dan Kepala OPD di Lingkungan Provinsi kepri.

Gubernur menambahkan sebanyak 36 butir aspirasi yang disampaikan pewakilan masyarakat pada pertemuan di Aula siang tadi merupakan tugas yang harus diselesaikan.

Sala satunya masalah tenaga kerja lokal, Nurdin ingin menjadi itu prioritas, apalagi nanti 7 proyek strategis nasional di Kepri berjalan, Gubernur menghimbau kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja Tagor Napitupulu untuk menindaklanjuti nya segera.

“Segera temukan kendalanya dan kita cari solusi,” kata Nurdin.

Kemudian terkait permasalahan banjir di beberapa titik di Tanjungpinang salah satunya di Teluk Keriting. Bahwa masalah banjir tersebut sudah terselesaikan dengan adanya proyek gurindam 12 yang akan segera dibangun dan salah satunya manfaatnya nya adalah menghindari masalah banjir yang kerap terjadi.

Sementara itu, Sekdaprov Kepri TS. Arif Fadillah mengatakan bahwa aspirasi yang didapat merupakan bentuk dorongan dari masyarakat untuk ikut serta dalam pembangunan untuk itu harus segera ditindaklanjuti.

“Aspirasi tersebut sebagai bentuk kepedulian masyarakat kepada kita,” kata Arif.

Saat menerima aspirasi masyarakat di Aula Wan Sri Beni, Gubernur Nurdin mengajak kepada seluruh masyarakat Kepri untuk bersama-sama membangun daerah dengan hati. Harmonisasi diperlukan dalam merangkum segala aspirasi masyarakat yang kemudian menjadi tugas pemerintah dalam menyelesaikan.

“Jangan menjadikan konflik sebagai pemicu perpecahan, mari bangun komunikasi yang baik,” ujar Nurdin

Menurut Nurdin, aspirasi adalah hak masyarakat dan itu penting dalam mengawal kinerja pemeintah. Terkait beberapa tanggapan negatif dari beberapa pihak dilanjutkan Nurdin sebagai bentuk koreksi untuk menginkatkan kinerja lebih baik ke depan.

“Bukan dibalas dengan kata-kata tapi dengan tunjukan bekerja yang optimal,” tambah Nurdin lagi.

Sebelumnya, saat rapat evaluasi rutin mingguan itu Nurdin kembali menegaskan agar OPD bekerja semakin fokus dan dengan displin tinggi terutama dengan batas waktu pekerjaan.

Meski awal tahun, tapi bukan dijadikan alasan untuk bersantai mengingat keinginan dan harapan masyarakat terus meningkat untuk itu perlu bekerja cepat namun tetap berfokus pada tujuan akhir.

“Tunjukan hasil kerja yang optimal untuk menepis isu-isu negatif di luar,” kata Nurdin.

Gubernur menambahkan bahwa dari rapat OPD inilah dapat saling mengetahui bagaimana hasil pekerjaan yang telah dilakukan serta apa kendala yang terjadi jika pekerjaan tersebut terhambat.

“Bukan saling menyalahkan tapi untuk mencari solusi penyelesaian,” lanjut Nurdin. (bni)