ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov Kepri dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepri akan menarik tiga merek sarden kemasan kaleng dari pasaran. Ketiganya bermerek IO, Farmer Jack, dan Hoki.

Iklan

Langkah ini diambil setelah dilakukan uji laboratorium oleh BPOM. Hasilnya, ketiga merek sarden itu mengandung cacing parasit.

“Dari hasil uji lab, produk sarden ini mengandung parasit anisakis sp,” ujar Kepala Dinkes Kepri, Tjetjep Yudiana, Selasa (20/3) malam.

Tjetjep menjelaskan, ketiga merek sarden kalengan tersebut hanya beredar di Kepri dan Riau. Namun ia mengimbau bagi warga Kepri yang pernah mengonsumsi sarden tersebut untuk tidak panik. Sebab kandungan cacing parasit dalam sarden tersebut akan mati jika dipanaskan atau dimasak dengan suhu di atas 100 derajat Celcius.

“Tapi untuk kebaikan bersama, sebaiknya tidak mengkonsumsi bagi yang sudah terlanjur membeli,” katanya.

Sementara kepada para pemilik toko yang menjual salah satu atau ketiga merek sarden tersebut untuk dengan sukarela untuk tidak menjualnya ke konsumen. Atau menyerahkannya kepada Dinkes Kepri atau BPOM Kepri.

Menurut Tjetjep, kasus ini pertama kali ditemukan di Kabupaten Inhil, Riau. Sehingga pihaknya bersama BPOM Kepri berinisiatif melakukan uji laboratorium. Dan hasilnya, ketiga merek sarden tersebut memang mengandung cacing parasit jenis anisakis sp.

Cacing jenis ini umumnya menyerang saluran usus. Namun jika jumlahnya sudah terlalu banyak, cacing akan menyerang organ tubuh lainnya.

Jika menginfeksi bagian saluran usus, cacing parasit dapat menyebabkan nyeri perut, mual, hingga muntah.
Gejala lain yang mungkin muncul antara lain demam dan kelelahan, terutama ketika mereka juga menderita diare. Jika seseorang tak mengonsumsi cairan yang cukup selama periode infeksi, maka ia bisa mengalami kondisi dehidrasi dan bisa berakibat fatal. (jpg)