Sejumlah PNS kedapatan sedang di kedai kopi saat jam kerja, mereka terjaring razia Satpol PP, Selasa (20/3) kemarin. F Cipi Ckandina/batampos.co.id

batampos.co.id – Gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kepri dan Kota Tanjungpinang merazia setiap warung kopi dan rumah makan yang sering dijadikan tempat nongkrong oknum Aparatur sipil Negara (ASN) khusus disaat jam kerja.

Selasa (20/3) mulai pukul 09.30 WIB, mobil patroli Satpol PP mulai bergerak menyusuri Jalan Pemuda Tanjungpinang. Di jalan itu berderet sejumlah warung kopi, petugas berhasil mendapati salah satu oknum Kepala Dinas di Pemkab Bintan yang sedang nongkrong.

Dari situ kemudian Satpol PP bergerak ke Jalan Yos Sudarso, di sana kembali mendapati beberapa orang yang sedang sarapan. Oknum pegawai Kelurahan Tanjungpinang Barat sedang asik bersantai dengan teman sekantornya. Kemudian petugas Satpol PP mendata nama-nama oknum ASN tersebut. “Tadi tak sempat sarapan. Kantor kami dekat sini,” ujar Yayat, pegawai Kelurahan Tanjungpinang Barat saat didata petugas.

Petugas kembali bergerak ke Kedai Kopi Pinggir Laut di Teluk Keriting. Belasan oknum ASN terciduk sedang bersantai duduk di pinggir pantai sambil menikmati kopi. “Biasanya ramai PNS pada ngopi di sini pak. Biasa dari jam 09.00 pagi sampai sore ramai terus. Mereka pakai baju dinas,” ungkap Tri, salah satu warga setempat.

Kabid Trantib Satpol PP Provinsi Kepri, Sentot Wicaksono yang memimpin razia mengatakan, razia gabungan tersebut bertujuan untuk menertibkan oknum-oknum ASN yang berkeliaran di luar kantor pada saat jam dinas.

Penegak Peraturan Daerah (Perda) tersebut berhasil menjaring puluhan oknum ASN yang nongkrong di warung-warung kopi saat jam dinas. Dikatakan Sentot, seluruh ASN yang terjaring setelah didata kemudian dilaporkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) selanjutnya dilakukan sanksi oleh pimpinan. “Sanksinya beragam, mulai dari pemotongan gaji berkala, penurunan pangkat, bahkan sampai pemecatan,” tegasnya.(cca)

Respon Anda?

komentar