Iklan
Ilustrasi kripik gadung

batampos.co.id – Kerupuk gadung. Hmmm … ini oleh-oleh khas Pulau Bawean, Gresik, jawa Timur.

Kerupuk ini sering dijadikan oleh-oleh untuk dikirim ke Malaysia dan Singapura.

Zumrah, 65, warga dusun Tanah Rata, desa Kepuhteluk mengaku setiap hari mengambil buah gadung di kebunnya. Kemudian, gadung diproses sehingga kerupuk gadung tidak mengandung racun.

Proses pengolahan kerupuk gadung butuh kerja keras dan waktu cukup lama, yaitu pertama menggali buah gadung didalam tanah, lalu mengupas dan mengirisnya. Setelahnya, memberi abu pembakaran untuk menghilangkan racun di dalam buah gadung.

Dijemur selama satu hari diterik matahari yang panas, setelah dijemur lalu membersihkan dengan air, kemudian menjemurnya kembali sampai kering.

Menurut Zumrah, bila racun di dalam kerupuk gadung tidak dibuang, dampaknya bagi yang mengkonsumsi akan mabuk keracunan. Tetapi setelah racun dibuang, dijamin rasanya akan nikmat dan renyah setelah di goreng.

Bukan hanya Zumrah saja yang seharian mengolah kerupuk gadung. Itu terlihat banyak warga lain yang membuatnya setiap hari, Ternyata hasilnya, selain dikonsumsi sendiri, termasuk dikirim kepada keluarganya di Malaysia dan Singapura, termasuk negara lain.

(sb/ris/ris/JPR)