batampos.co.id – Aktivitas pagi hari di Batam sebagai kota industri bisa dibilang sibuk. Ratusan kendaraan dalam hitungan menit bisa berlalu-lalang di setiap ruas jalan. Pengendara yang umumnya pekerja ini memang sudah mulai beraktivitas tiap pagi. Di saat beberapa masyarakat lainnya mungkin masih terlelap tidur.

Di saat matahari baru menampakkan dirinya, kesibukkan juga sudah menjadi rutinitas Polantas Polresta Barelang di Simpang Panbil. Dengan seragam dilengkapi rompi berwarna hijau terang, mereka sibuk mengatur lalu lintas. Peluit mereka, sibuk bersiul-siul. Tangan mereka juga tidak kalah heboh melambai, mengarahkan pengendara.

Simpang Panbil (Disebut juga Simpang Dam) ini dikenal dengan kepadatan lalu lintasnya. Menghubungkan beberapa wilayah tujuan para pekerja, seperti Batamcenter dan Kawasan Industri Muka Kuning. Mereka umumnya datang dari arah Batuaji dan Piayu. Menurut Kasubnit 1 Turjawali Satlantas Polresta barelang, Ipda Viktor Hutahaean setiap paginya ada ribuan pengendara yang melalui jalur ini.

Ada tiga sesi kepadatan lalu lintas, yakni tiap 15 menit mulai dari pukul 07.15 hingga 07.45 WIB.

Paling parah kepadatan lalu lintas dari arah Batuaji menuju ke Keprimal. Ruas jalan bahkan tidak mampu menampung volume kendaraan. Beberapa pengendara bahkan terpaksa memakai bahu jalan untuk cepat sampai ke tujuan. Tidak sedikit juga saling serobot dan tidak peduli keselamatan diri. Mungkin hanya sedikit yang menganggap kemacetan adalah seni dalam berkendara.

Sayangnya, kondisi paling terlihat adalah kesemrawutan lalu lintas. Lebih banyak orang yang memilih tidak peduli dan berharap sampai di tempat tujuan lebih cepat.

Keberadaan para Polantas Polresta Barelang ini sangat berdampak dalam mengurai kemacetan. Keberadaan mereka bukan isapan jempol saja, karena beberapa pengendara merasa sangat terbantu dengan adanya petugas yang mengatur kepadatan lalu lintas. Tidak sedikit juga yang dikorban para petugas ini, nyaris tiap pagi mereka harus rela meninggalkan sarapan bersama keluarganya. Bahkan pagi sekali, mereka sudah bertolak dari rumah ke lapangan untuk menjalankan tugasnya.

Setiap pagi, mulai pukul 7.00 WIB delapan anggota Polantas sudah harus berjibaku dengan ribuan kendaraan. Selama kurang lebih satu jam, mereka harus berhasil mengurai kemacetan yang kerap terjadi di saat jam berangkat kerja.

“Jadi sebelum jam 8 pagi, kemacetan harus selesai, kalau tidak pekerja di Mukakuning akan terlambat, kasihan,” kata Viktor Hutahaean, Rabu (21/3).

Menurut Viktor, jika tidak diatur, kemacetan akan terjadi hingga berjam-jam, sebab, ada ribuan kendaraan yang tumpah ruah di jalan tersebut. Di jalan R Soeprapto, dari arah Batuaji menuju Mukakuning  kerap terjadi kemacetan panjang, mulai dari Dam Mukakuning hingga simpang panbil.

“Harus kerja ekstra, mulai pukul 7.15 WIB hingga pukul 7.45 WIB, kami harus gerak terus.” jelasnya.

Mereka punya strategi khusus dalam mengurai kemacetan. Ada banyak pola yang dicoba, seperti sistem buka tutup dan lainnya.

Namun, demikian, menurut Viktor, kemacetan di ruas jalan itu belum 100 persen diatasi. Hal itu karena tidak didukung oleh jalan.

“Badan jalan itu tak bisa menampung lagi kendaraan, solusinya jalan harus segera dilebarkan,” jelasnya.

Menurut Viktor, Kemacetan tidak bisa dianggap sepele, karena kerugian yang ditimbulkan sangat banyak. Selama ini banyak pengendara yang mengeluhkan dan rugi atas kondisi itu, bahkan pihak Batamindo pun sempat komplain.

“Banyak yang komplain, karena pekerja mereka telat akibat macet,” tuturnya.

Tampak kemacetan kendaran di Simpang Panbil, Mukakuning, Seibeduk. Kemacetan dari Bukit Daeng sampai Kepri Mall. Terjadinya kemacetan akibat padatnya pengendari yang berangkat kerja ditambah lagi ada acara di Temunggung Abdul Jamal, Mukakuning, Seibeduk. |. Dalil Harahap/Batam Pos F. Dalil Harahap/Batam Pos

Sementara itu, padatnya arus lintas di Simpang Panbil bukan lagi rahasia umum. Bahkan pengendara dan pengguna jalan kerap mengeluhkan kondisi itu. Mereka meminta pemerintah untuk memperlebar jalan yang sering dilalui masyarakat pekerja

tersebut. “Iya, sering macet, pusing kami,” kata Nuri, salah seorang pengguna jalan.

Namun demikian, aktivitas tersebut sedikit terurai, sebab beberapa anggota Polantas Polrestas Barelang ditempatkan di tiap belokan U dan pintu masuk Batamindo.

“Lumayan terarah kalau dijaga Polantas,” katanya. (une)

Respon Anda?

komentar