Ramai-ramai bersama teman menikmati dosa di India. (Istimewa/Tangguh SR)

batampos.co.id – Dosa. Yang satu ini ialah nama makanan.

Iklan

“Dosa itu salah satu makanan India Selatan,” kata seorang pria lokal Srinagar, Rouf, 24 tahun, menerangkan.

Bagi yang sering nonton serial India di televisi, biasanya akan tahu jenis makanan ini. Sekilas, dosa terlihat seperti kudapan populer di Indonesia, crepes.

Hanya saja, perbedaannya, dosa biasanya untuk hidangan sarapan masyarakat umum di India.

Makanan khas di India Selatan ini terbuat dari proses fermentasi dari adonan beras dan rempah-rempah India. Kunci renyahnya dosa ada pada wajan pembuatan yang dipercikan sedikit minyak atau mentega.

Namun, banyak juga masyarakat India tradisional yang tidak menggunakan minyak sehingga bentuknya sedikit lemas dan tidak krispi.

Bahan utama kudapan tersebut terbuat dari adonan beras yang dihaluskan atau tepung beras. Namun bisa juga diganti dengan tepung terigu yang sangat halus, ditambah dengan bumbu dan rempah-rempah.

Dosa dapat diisi dengan tambahan sayuran, daging, dan saus untuk membuat makanan cepat saji. Antara lain, kari ayam, kari daging, kari ikan, yogurt, dengan buah-buahan dan acar India.

Terkadang dosa juga dengan dioles gula atau selai buah manis yang lebih disukai anak-anak. Meski demikian, sebagian besar wilayah India biasanya menggunakan nasi dan miju-miju (rempah hitam khas India) sebagai bahan dasar dosa.

Tetapi dosa juga bisa dibuat dengan berbagai variasi seperti dicampur telur dan keju. Begitu juga tingkat ketebalan dosa yang beragam. Ada dosa yang berbentuk tebal dan ada juga yang tipis.

Kandungan dosa, kaya karbohidrat dan tidak mengandung lemak, namun mengandung banyak protein. Proses fermentasi meningkatkan vitamin B dan vitamin C di dalamnya.

Selain dihidangkan di rumah, dosa banyak dijual di warung makan, jalanan hingga restoran. Dosa juga menjadi hidangan pokok negara bagian Andhra Pradesh, Karnataka, Kerala, Tamil Nada, Kashmir bahkan negara tetangga Sri Lanka.

Namun, khusus di beberapa wilayah India, dosa hanya diisi bahan baku sayuran murni sehingga menjadi masalah bagi lidah orang Indonesia yang tidak terbiasa makan makanan vegetarian.

“Ya, sekali dua kali sih tak apa-apa makan masala dosa. Tapi, kalau tiap hari, ya jadi masalah juga,” kelakar Fardana, 27 tahun, salah satu warga Indonesia yang pernah mencicipi dosa. (tangguh sr)