batampos.co.id – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) Amat Yani mengatakan, dermaga pelabuhan Letung Kecamatan Jemaja dilihat dari sisi navigasi, kedalaman laut, fasilitas terminal dan dermaga direkomendasikan untuk disandari oleh KM Bukit Raya maupun kapal lain yang ukurannya sepadan.

Iklan

Hal ini bukan tanpa alasan tapi sudah mendapatkan rekomendasi dari tim terpadu yang terdiri dari perwakilan Direktorat Lalulintas dan angkutan laut, Direktorat Kenavigasian, Distrik Navigasi Kelas I Tanjungpinang, Kantor UPP Kelas III Tarempa dan PT Pelni telah melaksanakan survei pelabuhan Letung.

“Hasil dari survei yang dilakukan tim terpadu pada tanggal 21 Februari 2018 lalu telah memberikan rekomendasi untuk disandari KM Bukit Raya di Dermaga Pelabuhan Letung,” ungkap Amat Yani selaku Wakil Ketua II DPRD KKA kepada wartawan Kamis (22/3) di Tarempa.

Tambahnya, hal ini akan ia teruskan bersama pihak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait khusus Dinas Pehubungan untuk melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi Kepri dan pihak Kementerian Perhubungan agar segera menindaklanjuti surat tersebut. Ia menambahkan sejak surat hasil survei ini diterbitkan belum ada uji coba.

“Kami dari DPRD Anambas bersama OPD terkait akan melakukan koordinasi dengan pihak Pemprov Kepri dan Kementerian Perhubungan. Hingga saat ini KM Bukit Raya belum sandar di dermaga pelabuhan Letung,” terangnya.

Ia juga akan menyampaikan sejumlah kebutuhan sebagai penunjang operasional dermaga pelabuhan letung nantinya, seperti penyediaan fasilitas umum seperti terminal, lapangan parkir, mushola dan toilet. Jika diperlukan meminta diadakan kapal tunda dan tandu.

Dermaga pelabuhan letung merupakan pelabuhan laut yang terletak di Kabupaten Kepulauan Anambas Provinsi Kepri, terdapat satu dermaga pelabuhan yang memiliki panjang 100 meter lebar 11 meter, kedalaman -8 sampai dengan 20 m dan panjang trester 260 meter dari dermaga.

“Artinya pelabuhan Letung layak disandari oleh kapal type 1000, selain dari KM Bukit Raya atau Kapal Tol Laut. Kebutuhan itu memang sangat ditunggu oleh masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas khususnya masyarakat Kecamatan Jemaja dan Kecamatan Jemaja Timur,” tuturnya. (sya)