Sejumlah nasabah melakukan pengecekan kartu ATM BRI di kantor BRI Cabang Nagoya Batam, Sabtu (24/3). Mereka melakukan pengecekan setelah mendapat pesan singkat dari pihak Bank BRI tentang pemblokiran kartu ATM. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Batam dikagetkan dengan pesan pendek yang dikirim costumer service Bank-BRI Sabtu (24/3) pagi. Akibat pesan itu, ribuan nasabah BRI Batam berbondong-bondong mendatangi kantor Cabang BRI yang buka pada Sabtu. Bahkan sebelum mendatangi kantor BRI, sejumlah nasabah telah mendatangi ATM BRI terlebih dahulu.

Pesan singkat itu berbunyi “Yth Nasabah BRI, demi keamanan trx, kartu ATM anda akan dinonaktifkan. Segera ganti kartu Anda di Kantor Cabang BRI terdekat (gratis), info contact BRI 14017“.

Anai, warga Batamcenter mengaku menerima pesan singkat dari BRI sekitar pukul 08.00 WIB. Ia yang memang punya tabungan di BRI pun khawatir dengan pesan tersebut dan langsung mengecek kondisi kartu ATM miliknya.

“Benar, ATM saya diblokir tak bisa digunakan. Padahal tabungan saya cukup banyak di dalam,” kata pria berusia 39 tahun ini.

Khawatir dengan keamanan tabungannya, Anai pun buru-buru ke Kantor Cabang BRI di Batam center. Di sana ia mendapati ratusan nasabah BRI sudah antre untuk ke bagian CS Bank BRI.

“Lumayan lama antrenya. Tadi datang jam 9, baru terlayani hampir jam 11. Soalnya banyak yang antre. Tapi Alhamdulillah, sudah selesai,” terang Anai.

Saat di CS, petugas bank langsung mengganti kartu ATM lama dengan yang baru. Menurutnya, kartu ATM baru itu sengaja diganti karena lebih aman dan memiliki chip.
“Kata petugas bank demi keamanan. Kartu ATM lama diganti dengan yang pakai chip,” ujar Anai.

Hal senada dikatakan Setiawan warga Tiban yang juga mengurus pergantian kartu usai mendapat pesan singkat dari BRI.

“Tadi dapat nomor antrian 807. Disuruh datang untuk ganti baru, Alhamdulillah sudah aman,” imbuh Setiawan.

Kepala Cabang BRI Batamcenter, Batam Eddy Iskandar membenarkan pesan singkat yang dikirim BRI ke seluruh nasabahnya. Pesan tersebut berlaku untuk seluruh nasabah BRI yang ada di Indonesia.

“Benar, pesan singkat itu untuk seluruh nasabah yang terdaftar menggunakan ATM. Berlaku serentak di seluruh nasional, jadi silahkan datang ke Kantor Cabang BRI,” kata Eddy kepada Batam Pos.

Dikatakannya, tujuan pengiriman pesan singkat untuk mengantisipasi skimming. Karena itu, para nasabah diminta untuk segera menganti kartu ATM lama dengan kartu ATM baru yang memiliki chip.

“Untuk antisipasi skimming. Pergantian kartu tak dikenakan biaya alias gratis,”imbuh Eddy.
Menurut dia, pihak BRI sengaja memilih hari Sabtu dan Minggu untuk melayani nasabah yang hendak ganti kartu. Karena itu, pesan pendek dikirim pada Sabtu pagi kepada nomor nasabah yang terdaftar.

“Kami mengirim SMS kepada seluruh nasabah, yang tidak menerima kemungkinan sudah ganti kartu. Karena saat pendaftaran pasti nasabah memberi nomor,” ujar Eddy.

Karena itu, Eddy menghimbau agar seluruh nasabah BRI di Batam segera mengurus pergantian kartu ATM untuk keamanan. Pelayanan pada hari Sabtu dan Minggu dibuka di dua Kantor BRI di Batam yakni Kantor Cabang BRI Nagoya dan Kantor Cabang BRI Batamcenter.

“Pelayanan khusus di kantor cabang pada hari Sabtu dan Minggu, mulai pukul 09.00 WIB – 15.00 WIB. Namun pada hari biasa, bisa dilayani Bank BRI mana saja, termasuk unit,” jelas Eddy.

Penggantian kartu ATM nasabah tak hanya dilakukan BRI di Batam saja tapi di seluruh Indonesia. Langkah ini sebagai pencegahan skimming yang sempat menimpa nasabah BRI di Kediri, Jawa Timur.

Sekretaris Perusahaan BRI Bambang Tribaroto menjelaskan nasabah akan mendapatkan pemberitahuan melalui SMS, layar ATM BRI maupun akun media sosial BRI.

“Kami memohon kesediaan para nasabah yang telah menerima pesan singkat dari Bank BRI untuk segera ke kantor cabang terdekat untuk melakukan penggantian kartu, tanpa dikenakan biaya apapun,” kata Bambang dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/3).

Selain itu sosialisasi juga dilakukan melalui pegawai BRI yang secara aktif memberitahukan kepada nasabah sejak beberapa hari lalu.

“Akhir pekan ini, unit kerja BRI tetap buka untuk melayani kebutuhan penggantian kartu nasabah,” ujar Bambang.

Skimming memang bukan hal baru di Indonesia. Ini adalah tindakan pencurian informasi kartu debit atau kredit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu debit atau kredit secara illegal untuk memiliki kendali atas rekening korban.

Dari kasus ini BRI telah mengganti dana nasabah korban skimming di Kediri, Jawa Timur. BRI mengganti dana sebesar Rp 145 juta untuk 33 nasabah. Sebagai langkah antisipasi Direktur Digital Banking & Teknologi BRI Indra Utoyo menjelaskan BRI akan meningkatkan pengamanan sistemnya dan mempercepat proses migrasi kartu debit magnetic stripe ke kartu debit berteknologi chip.

Penggantian Kartu Anjuran BI

Ternyata pergantian kartu ATM yang dilakukan BRI itu merupakan imbauan Bank Indonesia (BI) yang meminta agar perbankan mengganti kartu ATM dengan teknologi chip card.

“BI memang mengimbau kepada seluruh perbankan untuk mengganti kartu ATM yang dimiliki dengan teknologi chip card untuk menghindari kejahatan skimming,” kata Kepala Perwakilan BI Kepri Gusti Raizal Eka Putera, Sabtu (24/3).

Peraturan teknis tersebut sudah dibakukan melalui SE Nomor 17/52/DKSP tertanggal 30 Desember 2015 perihal implementasi standari nasional teknologi chip dan penggunaan PIN 6 digit untuk kartu ATM dan kartu debet di Indonesia.

Implementasi peraturan tersebut paling lambat harus sudah diterapkan oleh perbankkan pada 31 Desember 2021.”Ya itu untuk semua bank sehingga ada deadline 2021 karena bank tentu perlu mempersiapkannya secara bertahap,” katanya.

Gusti mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan menjaga informasi rahasia agar tidak disebar atau diinformasikan ke pihak lain.

Peristiwa hilangnya uang dalam rekening tabungan milik nasabah sedang hangat diberitakan saat ini. Kabar baiknya di Batam belum pernah ada kejadian. Namun perbankan diimbau berhati-hati dalam menjaga keamanan sistem perbankannya karena banyaknya pelaku kejahatan di dunia maya saat ini.

“Peristiwa hilangnya uang dalam rekening itu terjadi karena adanya hacker yang berhasil meretas sistem keamanan perbankan,” ujar Kepala Perhimpunan Bank Swasta Nasional (Perbanas) Kepri Daniel Samzon di Batamcentre.

Menjaga keamanan sistem perbankan memang susah-susah gampang. Karena pada umumnya perbankan menyewa jasa profesional untuk merancangnya.

“Setelah itu apakah bisa dijamin mereka sebagai kreator tak mengetahui kelemahan sistemnya,” jelasnya.

Kreator sistem keamanan perbankan pasti mengetahui dengan pasti kelemahan dalam sistem yang diciptakannya. Sehingga bukan tak mungkin, ia menjual pengetahuan tersebut kepada pihak lain demi keuntungan pribadi.

“Ambil contoh sebuah bank yang mempunyai nasabah sebanyak 50 juta di seluruh Indonesia. Jika si hacker membobol sistem keamanannya dan mengambil Rp 1 setiap nasabah, maka tak ada yang curiga,” katanya.

Dari jumlah nominal terkecil itu saja, peretas sudah dapat keuntungan sekitar Rp 50 juta.”Belum lagi jika diambil Rp 100 juga belum tentu ada yang curiga,” jelasnya.

Memang untuk saat ini, Batam belum pernah mengalami hal tersebut. Namun diimbau kepada setiap perbankan untuk merekrut ahli IT profesional sebagai anggotanya.”Untuk menghindari hal tersebut terjadi,” katanya.(she/leo)

Respon Anda?

komentar