batampos.co.id – Pada pelaksanaan ujian nasional tingkat SLTA yang akan dilaksanakan pada bulan depan, jumlah SLTA menggunakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya tiga sekolah setingkat sekolah menengah kejuruan (SMK).

”Data yang kami terima ada 9 sekolah yang akan menerapkan UNBK,” ujar Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SLTA Kabupaten Karimun, Alta Fetra kepada Batam Pos, Sabtu (24/3).

Sembilan sekolah tersebut adalah terdiri dari 4 SMA, yakni, SMAN 2 Karimun, SMAN 2 Kundur, SMA Maha Bodhi dan SMA Darul Furqon. Kemudian diikuti dengan dua madrasah aliyah (MA), seperti MA Unit Sekolah Baru (USB) dan MA Yaspika. Sedangkan, tingkat SMK masih sama seperti tahun lalu. Yakni, SMK Yaspika, SMK Budi Mulia dan SMK Vidya Sasana,”

Total SLTA yang akan mengikuti UN di Kabupaten Karimun, Alta, ada 26 sekolah seluruhnya. Yang melaksanakan UNBK ada 9, maka sisanya masih menggunakan sistim manual atau ujian nasional kertas dan pensil (UNKP). Masih banyaknya sekolah-sekol;ah yang belum melaksanakan UNBK tahun ini disebabkan sara pendukung belum mencukupi. Namun, pada tahun depan kemungkinan sudah lebih banyak lagi.

Insya Allah, SMAN 1 Karimun dan sekolah lainnya tahun depan sudah mulai UNBK. Hal ini bukan keenganan pihak sekolah untuk melaksanakannya. Melainkan, karena sarana pendukung untuk UNBK masih terbatas atau belum cukup. Sehingga, mau tidak mau tahun ini masih banyak sekolah UNPK. Dan, untuk soal-soal UN sendiri baru akan kita terima dari provinsi pada Jumat (30/3),” jelasnya.

Menyinggung tentang hasil try out, Alta menyebutkan, setelah dua kali seluruh siswa SLTA se Kabupaten Karimun melaksanakan try out, hasilnya cukup menggembirakan. ”Kalau kita lihat hasilnya nilai yang didapat rata-rata 80 sampai 90. Ini menunjukkan kemampuan untuk menjawab sudah bisa. Apalagi, try out yang dilakukan sebaguian besar soalnya essa. Karena, mengacu pada rencana pemerintah yang akan menyertakan soal essay dalam UN tahun ini. Yang perlu diingat bahwa UN bukan penentu kelulusan. Melainkan, juga ada tambahan nilai dari sekolah,” paparnya. (san)

Respon Anda?

komentar