foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Cacing parasit yang ditemukan pada ikan makarel adalah jenis parasit Anisakis sp yang merupakan anggota Anisakidae.

Anisakis sp dapat menginfeksi manusia dan menyebabkan anisakiasis. Anisakiasis adalah infeksi akibat parasit pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh konsumsi makanan laut mentah atau kurang matang yang mengandung larva nematoda Anisakis sp. Seperti apa wujud parasit tersebut?

“Parasit cacing yang besar itu sekitar 2 centimeter. Warnanya kayak cacing umumnya lah kemerahan,” papar Ahli Endoskopi Gastrointenstinal Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB. kepada JawaPos.com, Jumat (31/3).

Pria yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tersebut menjelaskan selama 18 tahun dia menjadi ahli endoskopi belum pernah menemukan pasien dengan keluhan terkontaminasi cacing parasite tersebut. Banyaknya adalah temuan cacing lain dalam tubuh pasien.

“Selama ini saya belum pernah menemukan ada yang terinfeksi cacing ini di perutnya. Adanya cacing gelang dalam tubuh manusia, cacing cambuk juga,” kata Ari.

Lalu mengapa bisa ada cacing di dalam tubuh manusia? Ari mengungkapkan penyebabnya adalah seringkali mengonsumsi makanan mentah.

“Ya pokoknya mengonsumsi makanan mentah itu, seperti sayur lalapan atau lainnya. Cacing parasit dalam makarel larvanya hanya membesar, tidak beternak dalam tubuh,” jelas Ari.

Ari menegaskan tak boleh ada sama sekali cacing atau parasit di tubuh kita. Sedangkan bakteri baik yakni probiotik tak masalah ada di dalam tubuh untuk menjaga daya tahan tubuh.

“Sebab jika cacingan maka keluhannya nyeri perut, atau gatal pada dubur itu yang kermi ya. Wajah pucat, Hb turun, pucat. Maka wajib konsumsi obat cacing bagi yang bekerja di ladang misalnya. Khawatir tertular, menempel,” papar Ari.

(ika/JPC)

Respon Anda?

komentar