Ilustrasi.

“Toko ini miliknya bapakku. Pisah pun aku nggak akan rugi,” tegas Karin, 42.

Karin, 42, sibuk memainkan telepon genggamnya saat berada di Ruang Tunggu Pengadilan Agama Kelas Satu Surabaya. Selasa (3/4) adalah sidang terakhirnya bersama Donjuan, 48, sebelum statusnya berubah menjadi janda. Ia mantap meninggalkan suami lantaran kesal dengan kelakuan Donjuan yang kecantol karyawannya sendiri.

Ngapain ke pengadilan agama kalau suamiku nggak macam-macam (selingkuh),” ujar Karin kesal saat berbincang dengan Radar Surabaya.

Perselingkuhan ini sama sekali tak disangka oleh Karin. Pasalnya, Donjuan selama ini dikenal sebagai pria cuek. Apalagi, kepada bawahan yang tak punya kepentingan dengannya.

“Siapa sangka, dia itu biasanya benar-benar diam (cuek), apalagi dengan bawahan,” ungkapnya.

Yang membuat Karin semakin tak habis pikir juga, dirinya yang setiap hari juga berinteraksi dengan pegawainya, sama sekali tak menangkap gelagat perselingkuhan Donjuan, maupun dari karyawannya. Keduanya bahkan tak pernah bertegur sapa saat berada di toko.

“Aku setiap hari yang jaga kasir di toko, selama ini yang cerewet ya aku. Dia kerjanya cuma memantau saja, nggak pernah terlihat ngobrol dengan karyawannya,” jlentreh Karin.

Perselingkuhan Donjuan itu ketahuan saat Donjuan dan SPG-nya kepergok sedang saling pegang-pegangan tangan di gudang penyimpanan. Karin yang saat baru datang ke toko memergoki langsung Donjuan yang akan melakukan indehoi dengan SPG-nya.

“Kira-kira dia mau ciuman atau yang lainnya di gudang. Paling keduanya sudah nggak tahan (nafsunya),” ujar warga asal Gubeng ini.

Ketahuan begitu, Donjuan sudah tidak bisa melakukan pembelaan. Karin pun langsung mantap untuk berpisah dengan Donjuan. Sedangkan, SPG-nya seketika dipecat oleh Karin.  (sb/jpg/jek/JPR)

Respon Anda?

komentar