Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti memberikan sambutan saat sosialisasi pembangunan daerah irigasi Tapau Kiri di balai Desa Air Lengit, Kecamatan Bunguran Tengah, Selasa (3/4). F. Aulia Rahman/batampos.co.id

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengharapkan, pembangunan fisik yang bersumber dari APBN dapat membantu ekonomi masyarakat, di tengah keterbatasan daerah.

Menurutnya percepatan pembangunan Natuna sangat diharapkan tidak hanya mendapat imbas dari pembangunan, namun dapat menyerap tenaga kerja saat dimulai pembangunan. “Natuna butuh lapangan pekerjaan,” kata Ngesti dalam sosialisasi pekerjaan pembangunan daerah irigasi Tapau kanan dan peningkatan Jaringan Daerah Irigasi Tapau Kiri di Balai Desa Air Lengit Kecamatan Bunguran Tengah, selasa (3/4) kemarin.

Ngesti mengatakan, potensi sumberdaya alam di Kecamatan Bunguran Batubi dan Bunguran Tengah dikenal memiliki potensi lahan yang subur, didukung pula oleh masyarakat yang sangat mahir dalam mengelola lahan pertanian. Namun untuk mengelola lahan agar menjadi lebih produktif, keberadaan fasilitas pendukung seperti aliran irigasi merupakan suatu keharusan.

“Patut disyukuri dimana pemerintah pusat telah menunjukkan kepeduliannya melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera IV yang berencana untuk meningkatkan fasilitas daerah irigasi di kecamatan ini,” ujar Ngesti.

Ngesti juga menyampaikan apresiasi kepada pihak BWSS IV yang akan membangun fasilitas pendukung sektor pertanian di Natuna. Namun dalam prosesnya diharapkan agar dapat membangun koordinasi terhadap berbagai permasalahan yang mungkin timbul dikemudian hari, seperti masalah pembebasan lahan yang harus dibicarakan dengan aparat setempat dan masyarakat untuk mencapai kesepakatan bersama.

“Kepada pihak BWSS IV diharapkan melakukan survei dan perencanaan secara menyeluruh, supaya hasil pembangunan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan bertahan lama,” tegas Ngesti.

Selain itu, pada proses pembangunan fisiknya nanti, Ngesti juga mengharapkan kepada pihak kontraktor agar melibatkan tenaga kerja setempat. Dan dapat memberikan nilai tambah bagi pendapatan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Pejabat Pembuat Komitmen Irigasi dan Rawa SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaat Air Sumatera IV Kepulauan Riau, Eris Hendrabuana menjelaskan, waduk kanan yang akan dibangun terdiri dari dua paket pekerjaan dengan panjang aliran 25,4 kilometer.

Pada pekerjaan tanggul sebelah kiri terdapat pekerjaan peningkatan, seperti peninggian tanggul dan berbagai perbaikan yang dapat meningkatkan fungsi irigasi menjadi lebih maksimal.

Dalam realisasi program kerja ini, pihaknya bekerjasama dengan semua pihak, terutama¬† masyarakat yang menemukan penyimpangan dalam pelaksanaan pembangunan fasilitas ini nanti. “Warga dapat melaporkan kepada pihak BWSS agar segera diambil tindakan untuk menjamin mutu fasilitas irigasi,” ujarnya.(arn)

Respon Anda?

komentar