Iklan
Yudi, petugas SPBU Ocarina, Batamcentre mengisi bahan bakar pertalite ke pemotor, Jumat (6/4). Saat ini premium mulai langka di SPBU yang ada di Kota Batam. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di hampir seluruh SPBU di Batam mendapat tanggapan dan kecaman dari beberapa pihak. Tak terkecuali dari Komisi II DPRD Batam.

Menurut anggota Komisi II DPRD Batam, Salon Simatupang, langkanya BBM jenis premium di SPBU se-Batam merupakan tanggung jawab mutlak pihak Pertamina selaku kepanjangan dari pemerintah terkait BBM.

“Pertamina harus bertanggung jawab terhadap kelangkaan kecukupan BBM premium di Batam. Sebab, 80 masyarakat di Batam ini masih menggantungkan BBM premium untuk menjalankan kendaraannya,” ujar Salon, Jumat (6/4).

Salon juga meminta transparansi pihak Pertamina, berapa sesungguhnya kuota pasokan BBM bersubsidi jenis premium untuk kebutuhan masyarakat Batam.

“Transparansi itulah kunci utamanya. Kalau Pertamina serba tertutup sampai berapa seharusnya kuota BBM premium agar bisa mencukupi kebutuhan masyarakat Batam. Kalau itupun tak dibuka selebar-lebarnya ke publik, bagaimana kami bisa tahu berapa pastinya jumlah kuota yang mencukupi untuk masyarakat di Batam,” terangnya.

Masih kata Salon, saat ini Pertamina mengklaim bahwa masyarakat sudah pada sadar dan beralih dari menggunakan BBM premium ke pertalite, hal itu patut dipertanyakan.

“Masyarakat Batam yang mana yang kata Pertamina sudah pada beralih ke pertalite daripada menggunakan premium. “Buktikan lah. Kenyataannya banyak masyarakat yang berteriak mengeluhkan kelangkaan BBM jenis premium di SPBU. Kalaupun ada, pasti antrenya panjang sekali dan tak sampai dua jam habis itu premium di SPBU,” ujarnya.

Sementara Humas Pertamina Sumbagut, Rudi dalam pesan singkatnya ke Batam Pos menampik adanya kelangkaan dan pengurangan pasokan BBM jenis premium di Batam.

Menurutnya penyaluran BBM jenis premium di SPBU se-Batam sudah dilakukan Pertamina sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Rudi mengklaim seharusnya tak ada lagi kelangkaan premium di SPBU.

“Kita juga giatkan promo untuk produk-produk BBM berkualitas, agar masyarakat tetap memilih menggunakan BBM dengan RON 90 ke atas sesuai tuntutan teknologi kendaraan dan lingkungan yang lebih sehat dan lebih baik,” ujar Rudi di pesan singkatnya.

Rudi juga menegaskan, menggunakan BBM pertalite diklaimnya lebih irit dibandingkan dengan BBM premium. Hal tersebut, lanjutnya, perlu dukungan dari semua pihak untuk mengedukasi masyarakat selaku konsumen agar lebih cerdas dalam memilih dan menggunakan BBM berkualitas. (gas)