ilustrasi

Sephia, 31, menyeleweng dengan pria lain. Perempuan asal Prapen ini nekat mendekati keyboardis di salah satu grup dangdut agar jobnya sebagai pedangdut lancar.

Donwori, 37, suami Sephia pun hanya bisa duduk dengan pandangan kosong saat berada di Ruang Tunggu Pengadilan Agama Kelas 1 Surabaya.

Ia terlihat nelangsa.

“Dia (Sephia) beralasan biar kerjaannya lancar, cuma ngakrapi (keyboardis) katanya ” ujar pria yang sehari-harinya bekerja di salah satu kafe Surabaya ini.

Awalnya, Donwori membiarkan keputusan Sephia yang mendekati keyboardis ini. Pertimbangannya, Donwori percaya penuh pada Sephia yang saat itu juga meyakinkannya bahwa tak akan melakukan apapun.

” Mas (keyboardis) itu memang yang memberikan pekerjaan, chanelnya banyak, makanya tak biarkan awalnya,” imbuhnya.

Namun, setelah beberapa bulan dibiarkan oleh Donwori, lama-lama hubungan sang istri dengan keybordis itu semakin akrab. Sephia malah sering keluar bareng dengan selingkuhannya, bahkan tiada hari tanpa telepon-teleponan.

“Berangkat pergi nyanyi ya diantar-jemput, saya antar nggak mau,” kata Donwori kesal.

Karena hubungan Sephia dan selingkuhannya nampak semakin mengkhawatirkan, Donwori akhirnya takut juga kalau istrinya benar-benar menyeleweng. Ia pun akhirnya meminta sang istri untuk menghentikan pendekatannya. Dilarang begitu, Sephia menolak mentah-mentah.

“Katanya pekerjaannya nyanyi lancar ya lantaran diajak selingkuhannya. Tak suruh berhenti nggak mau. Malah, perselingkuhan mereka makin menjadi-jadi. Sephia bahkan kerap tak pulang dan keluar kota beberapa hari dengan sang keybordis. Kalau sudah dibawa ke mana-mana gitu, berarti sudah diapa-apain. Aku ya emoh (tidak mau) lagi,” papar Donwori.

Tak bisa terima lagi, Donwori pun langsung memaksa sang istri untuk menghentikan permainannya. Namun bukannya dituruti, harga dirinya malah dilukai oleh sang istri, hingga perceraian pun tak terhindarkan.

“Katanya tidak usah ngelarang-larang. Aku juga dikata-katain nggak bisa mencukupi kebutuhannya. Kalau perkataannya seperti itu ya sudah, cukup sampai di sini saja,” ujar Donwori sambil bersungut-sungut. (sb/is/jek/JPR)

Respon Anda?

komentar