Salah satu peserta lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) dari Kecamatan Palmatak memperlihatkan teknologi yang ia ciptakan. F. Syahid/batampos.co.id

batampos.co.id – Tujuh peserta ambil bagian dalam lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Kabupaten Kepulauan Anambas 2018. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Balai Pertemuan Masyarakat Siantan (BPMS) Tarempa. Acaranya dibuka Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Wan Zuhendra, Kamis (5/4).

Wan mengingatkan, jangan sampai kegiatan TTG hanya menjadi kegiatan seremonial semata tanpa input yang jelas. ”Jangan sampai kegiatan ini sia-sia,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini untuk mengasah kreativitas masyarakat yang mempunyai nilai guna. Di mana pemerintah berusaha mencari penemu atau pencipta yang yang mampu menciptakan teknologi yang murah, tetapi mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Wan mengharapkan setelah ada pemenang, harus ada sinergitas lintas dinas untuk membina pemenang. Karena selain menjadi wakil Anambas pada TTG tingkat Provinsi Kepri, pemenang juga berkesempatan tampil pada TTG tingkat nasional yang akan digelar di Pulau Dewata, Bali.

“Jangan sampai terputus, ini dapat dibina dan hasil karyanya dapat dimanfaatkan masyarakat,” tegasnya.

Wan mencontohkan, alat membuat kerupuk sangat diperlukan di Anambas, mengingat daerah ini merupakan penghasil ikan yang bisa diolah menjadi kerupuk.
“Alatnya bisa dipatenkan lalu diproduksi banyak dan dapat dibagikan kepada masyarakat sehingga menjadi teknologi yang bermanfaat,” ujarnya.

Ketua panitia lomba Arnov menjelaskan, awalnya ada delapan peserta yang akan ikut, namun satu di antaranya tidak jadi. Teknologi yang dibuat ketujuh peserta yakni teknologi pembuatan pakan ternak untuk penggemukan sapi dan pakan ternak ayam.

Mereka perwakilan Kecamatan Jemaja. Selanjutnya alat pemotong kerupuk, briket batok kelapa yang dijadikan bahan bakar, umpan gurita dan alat pemisah cengkih dari tangkai dipersembahkan perwakilan Kecamatan Palmatak, Lampu yang diubah menjadi bel pemanggil guru dari Kecamatan Siantan Selatan.

Lomba ini dibuka untuk umum dengan modal di bawah Rp 2 juta. Teknologi yang dipertandingkan tahun sebelumnya boleh lagi diikutsertakan. “Tapi syaratnya harus ada perkembangan ke arah yang lebih baik,” ungkapnya.

Untuk dewan juri diambil dari tenaga lokal seperti Dinas Pertanian, Kesehatan, Dinas Koperasi dan Dinas Sosial. “Hadiah pertama Rp 10 juta, kedua Rp 7 juta dan ketiga Rp 5 juta,” ujarnya.(sya)

Respon Anda?

komentar