ilustrasi

“Sedih pasti, tapi lebih lega,” ujar Karin, 30, lirih.

Karin duduk termenung di ruang tunggu Pengadilan Agama Kelas 1 Surabaya. Sejak pagi, ia nampak mencurahkan isi hatinya kepada siapa saja yang duduk di sampingnya. Dari ceritanya, ia mengaku lega bisa berpisah dengan Donwori, 35.

Kelegaan Karin ini ditengarai karena ia akan segera terbebas dengan ucapan dan tindakan kasar Donwori. Dia mengaku, selama menikah dengan Donwori, selalu tersiksa lahir dan batin ketika dikata-katai oleh sang suami, bahkan hanya karena masalah sepele sekalipun.

“Ucapannya selalu menyakitkan hati, gampang tersinggung juga,” ujarnya.

Sementara perpisahan Karin dengan Downori sebenarnya bermula karena masalah yang sangat sepele. Karin, saat itu meminta kepada Donwori untuk membelikan HP android yang digunakan untuk belajar anaknya. Namun bukannya dituruti, Donwori malah marah-marah dan menuduh sang istri neka-neka.

“Sebenarnya apa yang neka-neka dari sebuah HP, zaman sekarang, HP adalah kebutuhan pokok,” ujarnya.

Karin melanjutkan, kemarahan sang suami ini lantaran Donwori tak mampu untuk sekedar membeli HP. Jangankan untuk membeli HP, uang belanjanya saja dari Donwori ia terima sangat sedikit. Ia harus benar-benar menghemat pengeluaran agar tak berhutang sana-sini.

“Memang kerjaannya cuma diwarung ikut orang, jadi selalu mencukup-cukupkan,” ujar perempuan Tambaksari ini.

Bukanya merasa bersalah karena tak bisa menuruti kinginan Karin. Donwori malah sering membawa-bawa masalah HP ketika bertengkar. Dikatakannya, Karin adalah orang yang tidak bisa menerima keadaan dan tak bisa melihat kondisi suami. Dikatai seperti ini, tentu saja hati Karin nelangsa.

Kata pisah pun tak terelakkan . Karin yang terus didesak anaknya akhirnya meminta lagi kepada suaminya untuk membelikan HP sang anak. Namun Donwori tambah keras kepala. ia marah-marah hingga main tangan. Diperlakukan kasar, Karin langsung mundur.

“Hidup dengan Donwori kok nelangsa sekali, badan hancur, harta tak punya,” pungkasnya sebal.

(sb/is/jay/JPR)

Respon Anda?

komentar