Iklan
Wisatawan asal Australia, dan Amerika keturunan Vietnam mengunjungi kuburan leluhur mereka yang ada di Pulau Kuku Tarempa, Sabtu (7/4).

batampos.co.id – Sebanyak 12 turis asal Australia dan Amerika datang ke Anambas. Mereka merupakan warga keturunan Vietnam yang nenek moyangnya dikubur di Anambas, tepatnya di Pulau Kuku, Kecamatan Jemaja. Nenek moyang mereka meninggal saat mereka mengungsi akibat terjadi perang di negaranya.

Kedatangan mereka untuk melakukan wisata religi. Tidak setiap tahun mereka datang ke Anambas, karena membutuhkan biaya yang besar. Terakhir mereka datang ke Anambas pada 2013 silam.

Carina Hoang salah satu wisatawan yang merupakan ahli sejarah mengatakan, dirinya terdampar di Pulau Kuku saat berusia 16 tahun. Saat melarikan diri, Carina bersama tiga saudaranya ikut dalam kapal PT075 yang berpenumpang 379 orang.
“Ini benar-benar mengenang kisah lama karena banyak sejarah perjuangan hidup yang membekas di Pulau Kuku,” ungkap Carina, Sabtu (7/4)

Didampingi Nur Adnan Nala, anggota DPRD Kepulauan Anambas yang menjadi penerjemah, Carina menceritakan, perjuangan para pengungsi Vietnam untuk dapat bertahan hidup sangat berat. Saat itu, Pulau Kuku sepi sementara banyak sekali pengungsi asal Vietnam berada di sana. Tidak sedikit yang merenggang nyawa baik saat di perjalanan maupun saat berada di Pulau Kuku.

“Kalau nenek itu suaminya meninggal di sini 40 tahun lalu, tepatnya Juli 1979. Saat itu banyak sekali yang meninggal akibat sakit, dan ini masih membekas,” ujarnya sambil merenung.

Carina juga menceritakan kala itu sulit sekali mendapatkan tempat berteduh karena tidak ada apa-apa di Pulau Kuku. Bisa mendapatkan ranting pohon saja sangat membahagiakan. Namun saat ini semua telah berubah untuk sampai ke Pulau Kuku jauh lebih mudah. “Adanya infrastruktur penunjang ini dapat mempermudah untuk datang ke sini,” tuturnya.

Sebenarnya kedatangan Carina dan keluarga diagendakan setiap tahunnya. Namun karena sesuatu dan lain hal, maka baru dapat dilaksanakan pada 2018.
Carina mengaku sempat tinggal di Pulau Kuku selama setahun lebih, sebelum melanjutkan ke Pulau Galang Batam, lalu ke Australia.

“Mereka yang mengungsi ini rata-rata tidak lagi menjadi warga negara Vietnam. Ada yang menjadi warga negara Australia, Amerika maupun negara lain,” tutupnya. Kini mereka bahagia di negara yang memberi suaka. (sya)