Kepala Desa Batu Berapit, Kecamatan Jemaja, Umar, memperlihatkan barang antik yang ditemukan Sopian, beberapa waktu lalu. F. Syahid/batampos.co.id

batampos.co.id – Kecamatan Jemaja kaya akan temuan barang antik. Bahkan, bukan hanya barang antik, perhiasan emas juga kerap ditemukan di wilayah tersebut.
Adanya temuan ini memunculkan dugaan Pulau Jemaja merupakan tempat singgah para petinggi kerajaan dan sebagai tempat menyimpan benda antik para bangsawan asing.

Iklan

Warga Desa Batu Berapit, Kecamatan Jemaja, Sapri, 65, mengatakan bahwa awal mula warga mencari emas dan barang antik pada 1984 silam. Saat itu, warga menemukan barang antik seperti piring, mangkok, tempayan termasuk emas murni.

Awalnya warga menjadikan temuan tersebut sebagai koleksi. Namun belakangan ada yang dijual ke kolektor barang antik. ”Selain bisa dikoleksi, juga bisa dijual, karena banyak yang mencari benda-benda ini,” ungkapnya, Senin (9/4).

Untuk penemuan emas, katanya, berawal pada saat Indonesia dilanda krisis moneter sekitar 1999. Emas ditemukan saat dilakukan pembangunan jalan Desa Mampok, Kecamatan Jemaja. Warga pun beramai-rami mencari bongkahan emas di tepi-tepi badan jalan yang baru dibuka.

Disinggung asal barang antik tersebut? Sapri mengatakan, dilihat dari tulisan, barang antik seperti mangkok, piring, dan barang pecah belah yang ditemukan bertuliskan bahasa Mandarin dan ada juga yang bertuliskan kerajaan Majapahit.

Barang-barang antik ini bukan hanya disimpan warga Jemaja. Warga Kecamatan Palmatak juga menyimpan di salah satu desa di Kecamatan Palmatak. Setiap kali ada ajang tahunan pemerintah daerah seperti MTQ dan acara bazar, benda-benda antik ini selalu dipajang di stan bazar Kecamatan Palmatak.

Kepala Desa Batu Berapit, Kecamatan Jemaja, Umar, membenar kan hal itu. Tak hanya warga, dirinya juga berburu barang antik ini ketika selesai bertugas. Ia pernah menemukan mangkok warna biru yang tidak diketahui tahun pembuatannya. Dia memperkirakan barang yang ditemukan berusia ratusan tahun.

“Saya juga ikut pergi mengantik (mencari barang antik, red) dan kemarin pernah dapat mangkok dan masih tersimpan di rumah dengan baik,” sebut Umar.

Menurutnya, Minggu (8/4) lalu, sekitar 50 orang mencari barang antik di Kampung Tukik, Desa Mampok, Kecamatan Jemaja. Hasilnya, satu warga Desa Batu Berapit berhasil menemukan mangkok dan piring berjumlah 15 unit, 9 unit di antaranya masih utuh, 6 lainnya pecah.

Ia berharap, pemda dan Pemerintah Provinsi Kepri merawat dan membeli barang antik tersebut untuk disimpan dan dijadikan bukti sejarah dengan menempatkannya di tempat yang layak seperti museum atau tempat cagar budaya lainnya.(sya)