Iklan
ilustrasi

batampos.co.id – AB yang merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu ditangkap karena kedapatan melakukan transaksi suap-menyuap.

“Ya benar, Bupati Bandung Barat AB ditangkap,” kata sumber internal KPK kepada JawaPos.com.

Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bandung Barat, Selasa (10/4/2018).

Jawapos.com mencoba menelusuri berapa harta kekayaan yang dimiliki oleh Bupati ini. Hal ini, Berdasarkan data laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) di laman https://acch.kpk.go.id/aplikasi-lhkpn/.

Terungkap AB memiliki harta kekayaan pada tanggal 28 Oktober 2013, senilai Rp 3,1 Miliar. Sebelumnya AB juga telah melaporkan harta kekayaan dengan total Rp 2,9 Miliar pada tanggal 7 Januari 2013. Kekayaan ini justru meningkat hampir Rp 200 jutaan.

Dalam data tersebut, AB yang merupakan alumni Univeristas Langlang Buana Bandung itu terungkap memiliki Tanah dan bangunan terletak di Bandung sejumlah empat buah senilai Rp 2,2 miliar.

Kemudian, alat tranportasi jeni mobil bermerk Daihatsu dan Toyota Kijang senilai Rp 160 juta. Ada juga harta bergerak lainnya sejenis logam mulia dan benda bergerak lainnya dengan total Rp 110 juta.

Lalu, dalam data tersebut juga ada surat berharga senilai Rp 25 juta. Dan ada juga giro dan kas sebesar Rp 619 juta.

Selain AB, tim penindakan juga membekuk sejumlah pihak lain yang diduga terkait dalam sengkarut rasuah yang kembali menyeret kepala daerah ini.

Dikonfirmasi terpisah, terkait adanya OTT ini, sejumlah pimpinan KPK belum merespons pesan konfirmasi yang dilayangkan JawaPos.com. Sementara Juru Bicara KPK mengaku belum mengetahui adanya operasi senyap yang dilakukan lembaganya di tanah Pasundan.

“Saya pastikan dulu ya, memang ada tim yang ditugaskan di lapangan beberapa hari ini,” katanya.

Setelah itu, pihak KPK memang membenarkan perihal tim penindakkan lapangan yang tengah berada di Kabupaten Jawa Barat.

‚ÄúTadi saya cek memang ada kegiatan tim penindakan di lapangan. Ada penyelenggara negara dan sejumlah pihak yang diamankan di salah satu Kab. di Jawa Barat, sekitar tujuh orang yang di amankan,” ungkap juru bicara KPK Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Selasa (10/4).

Saat dikonfirmasi, Ketua DPP Partai Demokrai Indonesia Perjuangan (PDIP), Arteria Dahlan mengaku kecewa dan sedih. Karena semangat antikorupi yang selama ini selalu digaungkan oleh partai besutan Megawati Soekarnoputri ini belum terlaksana sepenuhnya.

“Jadi semangat itu belum sepenuhnya dilaksanakan dengan baik,” ujar Arteria kepada JawaPos.com, Selasa (10/4).

Namun demikian, Arteria mengatakan, PDIP akan menghormati proses penegakan hukum yang dilakukan oleh lembaga yang dikepalai oleh Agus Rahardjo ini, tentunya dengan mengedepankan kepada asas praduga tidak bersalah.

“Apapun itu kami hormati proses penegakan hukum yang dilakukan oleh KPK,” pungkasnya.

Hingga saat ini, belum diketahui pangkal kasus yang menjerat AB dan nominal uang suap yang diterima AB hingga dibekuk oleh Satgas Penindakan lembaga antirasuah.

(ipp/gwn/JPC)

baca juga

KPK Tangkap 6 Orang, Tak Ada Bupati Bandung Barat