(ilustrasi)

Ini bacaan untuk para pasutri.

Pasangan harus pinter-pinter jaga stamina agar feel dalam bercinta selalu on. Sayangnya hal ini tak terjadi pada Donwori,41 yang harus rela ditinggal istri lantaran “punyanya” letoi.

Donwori duduk dengan tatapan kosong di wajahnya. Dirinya seolah tak percaya bahwa hubungan rumah tangganya berakhir karena diselingkuhi oleh Sephia,39, istrinya sendiri.

“Nggak menyangka, selama ini aku kira hubunganku dengannya baik-baik saja,” ungkapnya datar saat ditemui Radar Surabaya di warung depan Pengadilan Agama Kelas Satu Surabaya.

Donwori mengaku marah kepada sang istri. Hal ini lantaran selain perasaannya dipermainkan, harga dirinya bahkan telah diinjak-injak oleh Sephia. Alasan Sephia untuk selingkuh rupanya lantaran Sephia tak puas dengan servisnya.

“Jan*** (sensor), katanya (Sephia) punyaku letoi, kurang asem dia,” ungkapnya kesal.

Padahal, menurut pengakuan Donwori, Sephia selama ini diam saja. Dia tak pernah protes ataupun menuntut yang lebih saat berada di bawah selimut yang sama dengan Donwori. Ia tak percaya saja rupanya sang istri kurang puas.

“Aku memang gampang capek, makanya sering nggak klimaks. Tapi istriku diam saja, tak pikir ya nggak ada masalah,” imbuhnya.

Yang membuat laki-laki asal Gunungsari makin geram adalah, alasan perselingkuhan Sephia ia ketahui dari selingkuhannya sendiri.

Ini terjadi saat dirinya melabrak sang istri ketika bersama selingkuhannya. Bukannya merasa bersalah, selingkuhan Sephia malah menantang.

“Sudah sama sekali merasa tidak bersalah, selingkuhannya malah nantang ngajak berantem. Katanya, Sephia sudah gak mau sama saya,” ujarnya.

Rupanya, Donwori telah kecolongan selama dua bulan terakhir. Sang istri secara diam-diam menjalin hubungan yang tak ia ketahui dari mana datangnya.

Tak terima, Donwori langsung memutuskan untuk menceraikan sang istri.

“Sudah tak bisa lagi ditoleransi, daripada lama-lama perang terus tambah banyak orang yang tahu. Aku sendiri yang malu, mendingan tak pegat (cerai) aja,” ujar Donwori geram. (sb/is/jay/JPR)

Respon Anda?

komentar