batampos.co.id – Masalah klasik tidak adanya pembiayaan yang memadai dalam meningkatkan kualitas museum di sebuah daerah mulai menemui titik terang. Kepala Badan Pelestarian Nilai dan Budaya Kepri Totok Sucipto menjelaskan, ada alokasi bantuan khusus yang telah disiapkan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Tepatnya anggaran bantuan buat museum di daerah itu bisa diakses di Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman,” ungkap Totok, kemarin.

Bantuan ini, sambung Totok, bisa dimanfaatkan untuk peningkatan layanan museum. Semisal penataan ruang pamer, perawatan koleksi, hingga bimbingan sumber daya manusianya. Hanya saja Totok menggarisbawahi bahwa bantuan itu tidak dari nol alias jikalau museum itu baru sebatas perencanaan pembangunan. Ini tentu peluang baik bagi pengelola Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah di Tanjungpinang untuk mengambil kesempatan.

“Kalau untuk bangun museum, belum bisa pemerintah pusat membantu hal seperti itu. Tapi kalau penataan dan pelayanan, memang sudah ada alokasi bantuan yang bisa diakses,” jelas Totok.

Sebelumnya, Kepala Museum SSBA Tanjungpinang Meitya Yulianty pernah mengeluhkan anggaran operasional yang terbatas. Bahkan, saking peliknya, ketika museum ini perlu direnovasi, butuh waktu tiga tahun lantaran menunggu alokasi bantuan dari pemerintah pusat. “Karena anggaran di daerah terbatas,” ungkap Meitya, kala itu.

Sedangkan Dirjen Kebudayaan Kemdikbud RI Hilmar Farid ketika ditemui di Tanjungpinang mengaku sudah pernah menyarankan kepada instansi terkait agar status museum bukan lagi sekadar unit pelaksana teknis. “Kalau bisa badan layanan umum daerah, jadi mereka bisa dapat pemasukan, tapi gak cari untung. Persis kayak rumah sakit,” bebernya.(aya)

Respon Anda?

komentar