Presiden Jokowi di Hong Kong

batampos.co.id – Sejauh ini baru Joko Widodo (Jokowi) yang mendeklarasikan diri maju pada pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Sementara kompetitornya di Pilpres 2014, Prabowo Subianto, masih maju-mundur.

Menurut Ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, Pilpres 2019 idealnya tiga paslon. Di sisi lain, dia tidak setuju jika hanya muncul calon tunggal.

“Idealnya sih lebih dari satu pasang, bisa dua pasang, maksimum tiga pasang,” ungkap Yusril di kantor DPP PBB, Jalan Raya Pasar Minggu, Senin (9/4).

Mantan Menteri Sekretaris Negera (Mensesneg) tersebut menjelaskan, saat ini yang memegang kunci terkait munculnya calon lain adalah Prabowo Subianto.

Dia menilai keputusan maju atau tidaknya mantan Danjen Kopassus tersebut akan sangat memengaruhi peta Pilpres 2019, khusunya bagi Partai Demokrat.

Yusril meprediksi jika Prabowo mencalonkan diri sebagai capres, maka Demokrat akan bergabung dengan koalisi partai pendukung Jokowi.

“Kalau Pak Prabowo maju, mungkin Pak SBY tidak bergerak ke pihak sana (Prabowo), tapi ke pihak sebelah (Jokowi), ini perkiraan,” lanjut Yusril.

Sementara jika Prabowo urung bertarung, maka hal ini akan mendorong partai di luar koalisi untuk memunculkan figur baru.

“Jadi nanti akan ditentukan siapa yang secara elektabilitas paling memungkinkan untuk bersaing dalam Pilpres,” pungkas Yusril.

(ce1/sat/JPC)

Respon Anda?

komentar