Siswa menggunakan laptop pinjaman saat melaksanakan UNBK di MAN 1 Bunguran Timur, Natuna karena kekurangan komputer.

batampos.co.id – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Natuna tingkat SMA, baru dilaksanakan di SMAN 1 Bunguran Timur dan MAN 1 Bunguran Timur, Senin (9/4). Sementara sekolah lainnya, masih melakukan ujian menggunakan kertas.

Bahkan di SMAN 2 Bunguran Timur, meski sudah memiliki laboratorium komputer, namun masih melaksanakan ujian nasional (UN) menggunakan kertas jawaban. Ini disebabkan sekolah tersebut belum tersambung jaringan internet.

Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, pelaksanaan UN tingkat SMA di Kabupaten Natuna berjalan dengan baik dan lancar.

Menurutnya, MAN 1 Bunguran Timur baru pertama kali melaksanakan UNBK. Pelaksanaan ujian berjalan lancar, karena terbantu jaringan internet Palapa Ring Barat (PRB) dan kerja sama dengan Telkomsel.

Namun, karena keterbatasan fasilitas, sekolah harus melakukan UNBK dua sesi dalam sehari. “Karena kekurangan komputer,” kata Ngesti saat meninjau UNBK di SMAN 1 dan MAN 1 Bunguran Timur didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Suherman dan Kadiskominfo Raja Darmika.

Kadisdikpora Pemkab Natuna Suherman mengatakan, UN dan UNBK dilaksanakan oleh Provinsi Kepri dan daerah sebagai pendukung. Kabupaten tidak mengetahui detail peserta ujian tersebut karena urusan kebijakan dan teknisnya sepenuhnya menjadi kewenangan provinsi.

Menurutnya, sekolah yang mengikuti UNBK di Natuna hanya lima, yakni SMAN 1 Ranai, MAN 1 Bunguran Timur, SMK Bunguran Timur, SMK Subi dan SMK Bunguran Barat. “Kami hanya memantau saja pada pelaksanaannya, semoga saja semuanya lancar dan output-nya baik,” ujarnya.

Kepala MAN 1 Ranai Rinaldi mengakui adanya keterbatasan komputer. Mengatasi hal ini, ujian kebanyakan menggunakan laptop yang merupakan pinjaman dari orangtua maupun guru.

“Kalau kondisi internet, Alhamdulillah kami dibantu Diskominfo difasilitasi menggunakan jaringan PRB dan dibantu Telkomsel,” ujar Rinaldi. (arn)

Respon Anda?

komentar