Papan pengumuman premium dalam pengantaran terpasang | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kelangkaan BBM jenis premium masih terjadi di SPBU Tanjungucang, Rabu (11/4). Sejak siang tadi, premium kembali kosong.

Warga Batuaji, khususnya Tanjunguncang yang hendak mengisi harus kecewa, mereka terpaksa mencari SPBU terdekat untuk mendapatkan premium. Bahkan tak sedikit mereka mengisi jenis Pertamax Turbo dengan harga jauh lebih mahal.

“Nanti sore sekitar jam tiga atau empat datang lagi. Sejak siang premium habis,” ujar petugas SPBU yang tak ingin disebut namanya.

Dia mengatakan kekosongan premium memang sering terjadi. Apalagi saat pagi hari. Tak heran jika premium ada, kondisi SPBU ramai dan banyak warga rela mengantri hingga mengular ke jalan raya.

“Kalau sore ramai. Beda kalau lagi kosong, SPBU sepi,” katanya.

Kekosongan premium juga banyak dikeluhkan warga. Menurut mereka kelangkaan premium cukup merepotkan, apalagi terjadi saat berangkat kerja.

“Pagi harus cepat mau kerja. Sementara SPBU Tanjunguncang premium kosong, begitu juga dengan pertalite,” kata warga Tanjunguncang, Septi.

Tak jarang juga ia harus membeli BBM ketengan di pinggir jalan yang harganya lebih mahal dibandingkan dengan yang di jual SPBU.

“Premium Rp 12 ribu per botol. Sangat mahal,” jelasnya.

Kelangkaan premium di SPBU tersebut memang sudah berlangsung lama. Hal itu cukup merepotkan masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di Tanjunguncang.

“Di sini cuma ada satu SPBU. Makanya kalau giliran sore ramai dan ngantri, karena ini kesempatan warga untuk mendapatkan premium, biar gak susah besok pagi,” kata Lia, warga lain.

Sementara kekosongan premium di SPBU Tanjunguncang berimbas kepada SPBU Simpang Basecamp. Warga yang tidak mendapatkan premium di SPBU tersebut, ramai mendatangi SPBU Simpang Basecamp hingga terjadi antrian panjang.

“Iya dari Tanjunguncang. SPBU sana premium kosong, ” kata Sulaiman warga Tanjunguncang lainnya.

Ia mengaku terpaksa mencari SPBU lain yang menjual premium lantaran keberatan dengan harga pertamax turbo maupun pertalite yang lebih mahal.

“Mahal. Tak cukup uang saya kalau beli pertamax turbo,” ucapnya. (une)

Respon Anda?

komentar