Petugas Bea Cukai. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Penyelundupan narkoba ke Batam dari luar negeri melalui jalur hijau, beberapa kali terjadi. Hal ini salah satu alasan Bea Cukai meningkatkan pengawasan impor barang.

“Kategori importir umum, hampir semuanya masuk jalur merah,” kata Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Batam (BC) Batam, Sulaiman, Rabu (11/4).

Sementara itu untuk importir produsen yang memasukan barang demi kepentingan industri, ada juga masuk jalur merah.

“Namun tak semuanya, sifatnya acak di komputer saja. Secara umum masuk jalur hijau semua,” tuturnya.

Pemberlakuan ini, kata Sulaiman sudah diterapkan sejak dua bulan lalu. Sulaiman menuturkan pengawasan ini diberlakukan tidak hanya barang dari Singapura atau Malaysia saja.

“Ini kami berlakukan untuk seluruh barang masuk ke Batam,” ucapnya.

Terkait jalur hijau dan merah ini, diterangkan oleh Sulaiman untuk membedakan bentuk pengawasan dilakukan Bea Cukai. Jalur merah adalah barang impor yang masuk kawasan pabean dilakukan terlebih dahulu pemeriksaan fisik dan penelitian dokumen. Sedangkan jalur hijau barang impor masuk ke Batam tanpa pemeriksaan fisik barang. Namun tetap dilakukan penelitian dokumen.

Terkait adanya pengawasan ketat Bea Cukai ini, Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoieng menuturkan pihaknya sangat mendukung hal ini.

“Itu hal yang biasa,” ucapnya.

Barang industri yang dari luar negeri, kata pria disapa Ayung kebanyakan masuk melalui jalur hijau. Sehingga tak ada halangan dalam proses produksi di seluruh industri di Batam.

“Tapi bagi industri baru, biasanya memang harus masuk jalur merah dulu. Kalau tidak salah saya intervalnya itu selama 5 kali, setelah itu baru masuk jalur hijau. Bisa diajukan atau mengajukan sendiri,” tuturnya. (ska)

Advertisement
loading...