Iklan

batampos.co.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman melakukan kunjungan ke Beijing, Tiongkok, sebagai Utusan Khusus Presiden RI untuk RRT guna membahas kemitraan strategis Indonesia-RRT.

Di sela-sela kunjungan tersebut, Luhut menyampaikan sikap Indonesia di tengah panasnya isu perang dagang antar Tiongkok dengan Amerika Serikat.

“Indonesia terlalu besar untuk dipaksa berpihak ke salah satu kubu, bahkan di antara negara adikuasa,” ujarnya dalam pertemuan Belt and Road Trade and Investment Forum melalui keterangan tertulisnya, Jumat (13/4).

Di hadapan 700 orang dari unsur pemerintah Tiongkok dan investor lintas negara yang hadir dalam acara tersebut, Luhut juga menyatakan bahwa Indonesia akan mengambil peran sebagai credible intermediary antara Washington-Beijing.

“Berada di tengah situasi pergeseran perimbangan kekuatan di Asia, Indonesia memiliki keuntungan untuk dapat berperan sebagai seorang honest broker’s dalam hubungan Tiongkok-AS,” jelasnya.

“Kita bisa menjadi mediator kalau mereka ada konflik. Karena kita negara cukup besar untuk diacuhkan begitu saja, dari segi ekonomi, dari segi luas (negara), dari segi (jumlah) penduduk, besar sekali. Jadi kita sekarang sudah kelas trillion dollar country dan ini akan terus bertambah,” tuturnya.

Selain itu, Luhut juga menyebut Perdana Menteri Li Keqiang tidak menuntut apapun kepada Indonesia. Menurutnya, fokus kedua negara ini adalah meningkatkan investasi dari dalam negeri.

“Beliau (perdana menteri Li) tahu Indonesia negara besar, Beliau tahu kita nggak minta-minta, Beliau tahu juga clear posisi kita,” pungkasnya.

(hap/JPC)