ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Batam mengklaim Batam tidak akan mengalami kekurangan beras walau daerah ini bukan daerah penghasil komoditi pangan. Karena distributor secara rutin mendatangkan komoditi pokok tersebut setiap bulan. Stok dijamin ada bahkan saat Ramadan.

“Tidak pernah kosong, mau habis pasti masuk lagi,” ucapnya.

Kepala DKP Kota Batam Mardanis mengatakan, di Batam ada 17 distributor yang mendatangkan komiditi ini. Ketersediaan juga didukung oleh pusat-pusat pembelanjaan yang ada.

“Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional 2017 kebutuhan Batam 7 ribu ton perbula, nah kini yang tersedia lebih dari 7 ribu ton,” ungkapnya.

NAmun ia tak menampik, yang kini jadi persoalan adalah masih ada beberapa jenis komoditi ini yang dijual di lapangan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang diatur pemerintah. Menurutnya sebagai daerah kepulauan, faktor utama hal ini karena biaya distribusi mahal, alhasil mempengaruhi nilai jual beras.

“Yang belum (tertasi) HET aja nih, masih ada juga di atas HET. Beli di daerah asal mahal dan transportasi besar kan,” katanya. Untuk menangani persoalan ini, ada beberapa opsi seperti penyediaan kapal khusus dan impor khusus untuk Batam.

Selain menjamin ketercukupan komoditi beras, Ketahanan Pangan juga menjamin ketersediaan komoditi lain seperti minyak dan gula.

“Yang bergejolak biasanya bawang dan cabe. Masalahnya distributor ini tak bisa langsung ke petani, harus melalui broker (pedagang perantara) yang seperti broker Yogyakarta dan Lombok,” ungkapnya. (adi)

Respon Anda?

komentar