ilustrasi

Kehadiran seorang putra rupanya tak membuat bahagia. Aneh, tapi nyata.

Adalah Donjuan, 30, bukannya fokus mengurusi bayinya, ia malah sibuk mengurusi janda muda.

Karin, 26, kini harus rela menjadi single parent di usia muda. Belum genap setahun usia anaknya, dirinya telah ditinggalkan Donjuan, sang suami yang terpikat dengan janda muda.

“Anak masih kecil kok ya wis nyeleweng,” kata Karin kesal saat ditemui Radar Surabaya di Ruang Tunggu Pengadilan Agama Kelas Satu Surabaya, Kamis (12/4).

Karin mengatakan, perpisahannya dengan Donjuan merupakan pengkhianatan yang menyakitkan. Pasalnya, bukannya ia yang menggugat sang suami, melainkan ia yang diceraikan Donjuan, dengan alasan yang sangat tidak masuk akal.

“Aku dicerai, alasannya jadi istri nggak nurut sama suami dan mertua,” ujarnya kesal.

Menurut spekulasi sementara dari Karin, tuduhan sang suami ini lantaran dirinya kerap meminta jatah bulanan ke Donjuan. Hal ini karena ia lakukan karena Donjuan yang memberikan jatah bulanan yang terlalu sedikit kepadanya.

“Gajinya 5 juta tapi sing dikasihkan ke istri per bulan cuma lima ratus ribu. Mana cukup duit segitu buat kebutuhan sehari-hari,” kata perempuan asal Semolowaru ini kesal.

Yang lebih menyebalkan baginya, Donjuan sampai menyewa tiga pengacara agar perpisahan ini segera lancar. Padahal, kata Karin, dirinya sama sekali tidak keberatan apalagi menghalang-halangi Donjuan untuk mengajukan perpisahan.

“Daripada uang habis buat nyewa pengacara, kan lebih baik buat membiayai kebutuhan anak. Gitu kok gak mikir,” ujarnya geram.

Dituntut begitu, meski kesal, Karin mengaku lega. Ia malah tak rela harus hidup terus bersama orang yang tak memikirkan anak dan istri. Apalagi, Donjuan jelas-jelas menyeleweng.

“Dicerai ya sudah. Umurku masih muda, masih bisa mendapatkan yang lebih baik darinya, tapi awas kalau dia nggak tanggung jawab sama anak,” pungkasnya dengan nada meninggi. (sb/is/jay/JPR)

Respon Anda?

komentar