batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun mengatakan bahwa saat ini pembangunan pelabuhan Tanjungsauh menjadi proyek favorit nasional. Dipastikan empat perusahaan konsorsium akan mengambil bagian dalam pembangunannya.

“Yang dari Tiogkok itu sudah pasti ada empat perusahaan yang pasti,” katanya.

Nurdin Basirun menyebutkan selain perusahaan CCC Company tiongkok, ada dua perusahaan nasional yakni Pelindo, Adi Karya dan Panbil Group. Saat pemerintah pusat sedang meminta pemerintah provinsi untuk mencari ahli membuat Design Enginering Detail (DED).

“Saya diminta mencari ahli untuk membuat DED ini, dan memang Tanjungsauh ini memang menjadi primadona sekarang,” katanya.

Menurut pengembangan infrastruktur di Kepri ini memang diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang kini sedang melambat.Ia juga pemerintah kabupaten/kota untuk terus berbenah.

“Kita sangat berunntung akhir-akhir ini banyak menteri yang datang ke Batam. Jadi lihat sendiri di lapangan seperti apa,” katanya.

Presiden Direktur Panbil Group Johanes Kennedy mengatakan bahwa pembangunan Tanjungsauh ini rencanya akana dimulai tahun ini. Di mana persyaratan pembangunan sudah hampir rampung.

Untuk phase pertama ini akan dibangun jembatan Batam-Tanjungsauh. Ini menjadi bagian dari jembatan Batam-Bintan.

“Kalau untuk phase pertama ini kita perkirakan mencapai Rp 13 triliun,” katanya.

Sebelumnya kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan pembangunan Batam harus terintegrasi. Pembangunan pelabuhan Tanjungsauh akan bisa menangkap pasar Selat Malaka yang ramai dilewati kapal-kapal asing.

“Peluang ini yang harus kita tangkap. BP Batam siap mendorong agar ini bisa cepat terwujud,”katanya. (ian)

Respon Anda?

komentar