Iklan

batampos.co.id – Bandar sabu biasanya hanya berfungsi untuk menerima barang dari kurir, lalu mengedarkannya melalui kaki tangannya. Namun, ada praktik baru yang diungkap Ditresnarkoba Polda Kepri. Ra, bandar sekaligus kurir yang menjemput langsung narkoba ke Malaysia.

Hal ini terungkap, setelah polisi mengamankan Sa dan An merupakan kaki tangan Ra yang diamankan, Selasa (10/4) lalu di Sekupang.

“Dari komplotan ini, secara keseluruhan kami mengamankan sabu seberat 1,9 kg,” kata Diresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Yani Sudarto, Senin (16/4).

Ia mengatakan dari pemeriksaan dilakukan penyidik Ditresnarkoba hingga kini, Ra hanya bertugas mengendalikan narkoba untuk area Batam. Ra memiliki seorang bos besar yang mengendalikan narkoba dari balik layar.

“Kami sedang melakukan pengejaran, posisi orang menyuruh Ra ini sudah diketahui,” tuturnya.

Yani mengatakan posisi orang yang mengendalikan Ra, tidak memungkinkan untuk bisa melarikan diri. “Kami sedang melakukan koordinasi dengan pihak terkait, untuk menangkap dan meminta keterangan,” ucapnya.

Jaringan Ra ini berhasil diungkap, bermula diamankannya dua orang kurir berinisial Sa dan An, Selasa (10/4) di Sekupang. Kedua orang ini membawa sabu seberat 1 kg. “Kami tangkap berdasarkan informai dari masyarakat,” ujar Yani.

Saat di interogasi, Sa dan An mengakui mendapatkan sabu itu dari Ra. Dua kurir ini mengaku sabu itu milik Ra, warga pulau Buluh, Sagullung. “Rabu (11/4), kami berhasil mengamankan Ra di rumahnya. Selain itu kami juga mengamankan sabu seberat 0,5 kg,” ucap Yani.

Kepada penyidik, Ra mengakui masih memiliki sabu yang disimpannya di Pulau Jaloh. Di hari yang sama polisi menuju ke tempat penyimpanan Ra, di sana ditemukan sabu seberat 3 ons. Ra menuturkan juga menyimpan sabu seberat 1 ons ke temannya berinisial Ad.
“Ternyata keterangan Ra ini benar, Rabu (11/4) pukul 21.00 kami amankan Ad di rumahnya di Pulau Jaloh. Di tanganya kami amankan sabu 1 ons,” tuturnya.

Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kepri AKBP Rama Patra menambahkan, jajaran subditnya sedang melakukan pengejaran ke orang-orang yang terlibat di jaringan Ra. Rama membenarkan dirinya sudah mengetahui keberadaan orang yang mengendalikan Ra.

“Nanti akan kami sampaikan (posisi bos Ra,red), kami sedang punya rencana,” ujarnya. (ska)