Hamid Rizal (kemeja biru)

batampos.co.id – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal menyampaikan kondisi keuangan daerah yang sedang tidak stabil, saat berkunjung di pulau Midai, Minggu (15/4) kemarin.

Kepada masyarakat pulau Midai, Hamid mengatakan, APBD Natuna 2018 terjadi pemangkasan anggaran sekitar Rp 200 miliar. Penyebabnya adalah kepentingan nasional.

Hamid mengatakan, selain itu dana bagi hasil migas Natuna tahun 2018 hanya mendapatkan sekitar Rp 6 miliar, dari total Rp 1,8 triliun DBH untuk provinsi Kepri.

“Saya rasa pembagian itu kurang adil. Apalagi Natuna bakal defisit anggaran tahun 2018 ini,” ujar Hamid Rizal.

Kunjungan ke Midai tersebut yang didampingi Sekda Wan Siswandi dan beberapa pejabat OPD, Hamid menyatakan, kondisi kurangnya pembagian DBH migas menjadi alasan Natuna merencanakan membentuk Provinsi khusus bersama Anambas.

Selain mendapatkan bagian DBH Migas yang adil kata Hamid, pembentukan Provinsi khusus akan menyerap lapangan pekerjaan baru. Kebutuhan pegawai pemerintah akan bertambah, sekitar 2.000 pegawai lagi. Belum lagi kebutuhan anggota legislatif.

“Jadi provinsi, Natuna lebih maju dari Batam, apalagi terusan kera menjadi pengelolaannya di provinsi,” ujar Hamid. (arn)

Respon Anda?

komentar