Pekerja pelabuhan Batumapr membongkar barang dari kapal, Selasa (30/3). Pelabuhan makobar ini paling sibuk di Batam. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Perkembangan nilai ekspor di Provinsi Kepri pada Maret lalu mengalami penurunan mencapai 17,03 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Panusunan Siregar menjelaskan penurunan nilai ekspor di bulan ketiga 2018 ini disebabkan turunnya ekspor komoditas minyak dan gas (Migas) sebesar 49,3 persen.

Dijelaskan Panusunan, ekspor migas pada Februari 2018 mencapai 390,89 juta Dollar AS atau turun 49,3 persen pada bulan ini yang hanya 197,84 juta Dollar AS. Sedangkan ekspor nonmigas bulan ini mengalami peningkatan.

“Dari Februari hanya 705,83 juta Dollar AS, pada Maret ini meningkat 0,8 persen menjadi 711,51 juta Dollar AS,” sebut Panusunan, kemarin.

Nilai ekspor Maret ini merupakan sumbangan dari pintu masuk Pelabuhan Batu Ampar sebesar 358,93 juta Dollar AS, disusul Pelabuhan Sekupang 188,78 juta Dollar AS, Pelabuhan Tarempa 197,09 juta Dollar AS, dan Pelabuhan Kabil dengan raihan 100,58 juta Dollar AS.

Singapura masih menjadi negara tujuan utama aktivitas ekspor Provinsi Kepri. Pada Maret 2018 kemarin, tercatat nilai total ekspor ke Singapura mencapai 314,03 juta Dollar AS.

Ekspor ke Singapura ini setara dengan kontribusi sebesar 51,08 persen.

Sementara negara kedua tujuan utama ekspor Kepri masih negara jiran Malaysia dengan nilai ekspor total mencapai 126,25 juta Dollar AS. “Meningkat 138 persen lebih dari bulan sebelumnya yang hanya 52,97 juta Dollar AS,” terang Panusunan.

Selebihnya, negara utama tujuan ekspor Kepri adalah, Amerika Serikat, Tiongkok, Australia, Jepang, Perancis, Bangladesh, India, dan Jerman. Keseluruhan nilai ekspor pada Maret 2018 ke 10 negara tersebut berjumlah 771,86 juta Dollar AS. (aya)

Respon Anda?

komentar