ilustrasi

batampos.co.id – Jelang bulan suci Ramadan dipastikan harga sejumlah komiditi di Batam akan mengalami kenaikan. Pemerintah Kota Batam berharap beberapa komoditi seperti beras dan daging sapi beku bisa diintervensi dengan adanya kuota impor.

Iklan

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Zarefriadi tak membantah adanya kenaikan harga jelang bulan Ramadan. Hal itu biasa terjadi karena permintaan meningkat, sedangkan persediaan masih sama.

“Itu sudah hukum pasar, saat permintaan meningkat, harga pun tinggi. Apalagi persediaan terbatas,” kata Zaref kepada Batam Pos, Senin (16/4).

Dikatakannya jalan keluar untuk menekan atau mengintervensi harga adalah, dengan menambah suplay atau kuota dari komiditi. Terutama untuk daging sapi beku dan beras agar tidak dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) Batam.

“Intervensi harga yang dengan penambahan kuota,” terang Zaref.

Untuk beras pihaknya tengah menunggu pengiriman beras impor dari pemerintah pusat. Dimana Batam akan dapat lebih dari 1000 ton beras kualitas premium namun dengan harga medium.

“Kualitas premium namun harga medium. Mudah-mudahan bisa menekan harga tak lebih dari HET,” imbuh Zaref.

Sedangkan untuk harga daging sapi beku, Zaref tengah menunggu informasi dari Bulog. Dimana rencananya bulog akan melakukan impor daging untuk menekan harga daging sapi beku dipasaran.

“Nah, untuk daging ini masih dalam rencana oleh Bulog. Kami juga menunggu kepastian, agar harga daging tak tinggi di pasaran,” ujar Zaref.

Situasi tingginya harga komoditi di Batam juga telah dibicarakan dengan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri. Ia berharap kondisi tersebut dapat diatasi, apalagi Batam bukanlah daerah penghasil dan hanya penerima suplay dari daerah luar.

“Salah satu cara mengintervensi harga dengan penambahan kuota,” tegas Zaref. (she)