batampos.co.id – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri, Jamhur Ismail mengatakan jumlah kuota transportasi berbasis aplikasi di Batam berpotensi bertambah. Menurut Jamhur, angka pastinya akan didapat setelah adanya hasil survei yang dilakukan.

Iklan

“Konsultan pemenang sudah ada, tinggal proses teken kontrak akan kita gesa,” ujar Jamhur di Tanjungpinang, Senin (16/4).

Menurut Jamhur, analisis yang dibuat pihaknya, kebutuhan sementara untuk transportasi online di Batam lebih kurang 300 unit. Meskipun demikian, apabila rekomendasi hasil survei menyatakan jumlah kebutuhan lebih pada angka yang sudah ditetapkan.

“Jika memang rekomendasinya lebih, tentu kami akan sesuaikan dengan jumlah tersebut,” papar Jamhur.

Dijelaskan Jamhur, kuota yang ditetapkan nanti, akan diberikan kepada 13 badan usaha yang sudah menerima izin prinsip dari Dishub Kepri. Dijelaskannya, ada 16 badan usaha yang mengajukan permohonan izin sebagai pengelola pelayanan transportasi berbasis aplikasi.

“Sampai batas waktu yang kita berikan, hanya ada 13 badan usaha yang memenuhi kriteria yang ditetapkan,” paparnya lagi.

Mantan perwira TNI AD tersebut juga mengatakan, untuk menuntaskan perhitungan kebutuhan transportasi berbasis aplikasi di Batam, pihaknya masih butuh waktu sampai Juni mendatang. Karena proses survei yang dilakukan juga memerlukan waktu.

“Kami terus berupaya untuk meminimalisir polemik yang terjadi. Sehingga Batam akan tetap kondusif,” tutup Jamhur Ismail.

Belum lama ini, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengajak semua pihak untuk mereformasi diri agar bisa berdaya saing.

Tidak bisa lagi, di kota modern seperti Batam ini kelompok masyarakatnya berpikir dengan cara lama. Menurut Gubernur, dengan perkembangan zaman saat ini, semua pihak harus masuk dalam kemajuan itu.

“Ada masalah, kita duduk bersama mencari win win solution. Wali Kota dan semua pihak berusaha semaksimal mungkin agar kota ini bergairah lagi,” ujar Gubernur.

Dikatakannya, sejak Maret 2017 memang mulai terpicu polemik keberadaan taksi online di Kota Batam. Berkali-kali perselisihan muncul yang membuat kota yang semakin bangkit pariwisatanya ini kenyamanannya agak terganggu.

Gubernur menegaskan agar tidak ada polemik berkepanjangan.

“Energi besar membangkitkan ekonomi daerah ini jangan tersia-sia karena masalah ini,” papar Gubernur.  (jpg)