Para pemilik kios di samping kantor BCA Jodoh memongkar sendiri kios miliknya, Senin (16/40. Penertiban kios diwilayah tersebut nanti akan dibangun drainase. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Satuan Polisi Pamong Pradja terus melakukan penertiban terkait pelebaran jalan dan pembangunan drainase. Dalam waktu dekat ini, sebanyak 33 bangunan dan kios liar di ruas Jalan Raja Ali Haji Seijodoh Batuampar.

“Sekarang sudah pada mulai bongkar sendiri pemilik bangunannya. Mereka lakukan sejak kemarin (15 April), hari ini (kemarin) juga ada yang bongkar,” kata Kabid Trantibum Satpol PP Batam Imam Tohari, Senin (16/4).

Ia menyebutkan di lokasi ini bakal dibangun drainase dan pelebaran jalan. Karena bangunan sudah dibongkar sendiri oleh pemiliknya, Satpol PP Batam bersama Tim Terpadu tinggal melakukan pembersihan. “Ada 200-an tim gabungan nanti yang turun,” ucap dia.

Menurut dia, pada prinsipnya Satpol PP Batam akan melakukan penertiban seiring program pengembangan infrastruktur yang kini gencar dilakukan oleh Pemerintah Kota Batam. “Setelah ini di depan BCS Mall, tapi rata-rata di sana pagar-pagar bangunan saja,” terangnya.

Satu titik yang juga bakal di tertibakan yakni di Jalan Ahmad Yani untuk pentingan tinggal menunggu informasi dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Alam (DBM SDA) kapan jalan yang direncanakan dilebarkan menjadi lima lajur setiap jalur ini dilebarkan.

“Kini kami sembari memberikan peringatan, kalau Bina Marga siap, kami akan geser. Titik ini ada halte dan ATM juga,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam Yusfa Hendri mengatakan di titik tersebut ada sejumlah pelengkapan jalan seperti lampu lalulintas maupun rambu juga bakal terdampak. Tak hanya itu sejumlah halte juga dipastikan akan digeser, bahkan jika merujuk pada bentuk bangunan yanng hampir keselurahan bangunannya dari beton diperkirakan akan dirobohkan.

“Pada ruas-ruas jalan yang terkena itu kalau rambu jalan tinggal geser saja, kalau halte-halte akan direlokasi. Rambu cenderung mudah untuk digeser, lampu lalin dan halte yang agak susah,” katanya.

Ditanya kapan perlengkapan jalan dan halte akan digeser, ia mengaku akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan DBM SDA terkait teknis pelebaran jalan tersebut. Karena penggeseran erat kaitannya dengan tambahan baru jalan ke depan.

“Lebaranya sampai mana itu perlu kami tahu, ini kami akan koordinasiakan dengan PU (DBM SDA),” imbuhnya. (adi)

Advertisement
loading...