Iklan

batampos.co.id – Sosialisasi pelaksanaan tanggungjawab sosial perusahaan (TSP) Kota Batam digelar di Hotel Best Western Premier Panbil, Rabu (18/4). Dalam kesempatan ini, juga dilaksanakan pengukuhan Pengurus Forum TSP Kota Batam masa bakti 2018-2023 sekaligus peluncuran website dan logo Forum TSP. Situsnya yaitu http://tsp.batam.go.id. Serta penandatanganan nota kesepahaman antara Forum TSP dengan Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Iklan

Forum ini diketuai oleh pengusaha Batam, Johanes Kennedy Aritonang. Anggotanya merupakan perusahaan yang berasal dari pengusaha properti, jasa, komunikasi, media, pariwisata, hingga BUMN.

Melalui forum ini, para pengusaha dapat berperan serta membangun Batam. Karena, pemerintah memahami dana yang kini ada di pemerintah terbatas. Alhasil ada program yang tidak terkafer.

Walikota Batam, Muhammad Rudi memberikan gambaran, berdasarkan usulan masyarakat kebutuhan anggaran untuk pembangunan mencapai Rp 5 triliun, sementara APBD BAtam hanya Rp 2,5 triliun. Dan 38 persen digunakan untuk kebutuhan personel atau pegawai. Sedangkan sisanya digunakan untuk pembangunan, serta kegiatan lain seperti peningkatan kesejahteraan masyarakat, kegiatan sosial, dan sebagainya.

“Karena duit kita tak cukup. Maka kita duduk bersama, diskusikan bagaimana supaya pembangunan lebih cepat. Undang-undang mengatur ada CSR atau TSP ini. Maka kita bentuk hari ini Forum TSP. Yakinlah, bantuan ini tidak membuat kita jadi miskin,” kata Rudi.

Salah satu hal yang diharapkan Pemko Batam dari TSP adalah penghijauan kota. Saat ini Pemko Batam sedang lakukan pelebaran jalan. Sebagian besar pohon yang ada terpaksa dipotong karena terkena lahan pelebaran.

“Saat ini kita sedang lebarkan jalan. Kalau boleh, TSP dipakai untuk tanam pohon,” ujarnya.

Pengukuhan Pengurus-Forum TSP, Kota Batam (2018-2023)
| Humas Pemko Batam

Sementara Kepala BP Batam, Lukita mengatakan, dengan adanya Forum TSP, akan mendorong percepatan pembangunan di Batam. Diyakini, Batam kedepan akan semakin baik.

“Tidak hanya peran pemerintah kota dan BP Batam, dukungan perusahaan, akan memacu pembangunan. Khususnya terkait lingkungan hidup, UMKM dan kepeduliaan kepada masyatakat,” harap Lukita.

Keberadaan CSR diakui Lukita penting, karena walau Pemko dan BP punya anggaran, tapi penggunaanya tida fleksibel digunakan ditengah tahun. “Disini itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan CSR sebagai bagian upaya membangun Batam. Tadi pak John Kennedy sudah membisikkan, mulai penanaman pohon. Dengan tetap mendukung UMKM dalam menjalankan usaha,” ungkapnya.

Sementara Ketua panitia pelaksana, Zurniati mengatakan sosialisasi ini bertujuan agar perusahaan meningkatkan komitmen dan kepedulian serta sinergi dengan Pemerintah Kota Batam dalam melaksanakan TSP. “Juga agar TSP sesuai rencana pembangunan yang disusun Pemerintah Kota Batam,” kata Zurniati.

Selanjutnya, agar perusahaan mengetahui bidang-bidang kerja yang bisa disalurkan TSP. Di antaranya bidang bina lingkungan seperti pembangunan taman, penanaman pohon, dan sebagainya. Kemudian bidang pendidikan, kesehatan, peningkatan pendapatan masyarakat, infrastruktur kelurahan, dan pengentasan kemiskinan.

“Perusahaan yang melaksanakan TSP sesuai dengan rencana pembangunan Pemerintah Kota Batam akan diberikan reward,” kata dia. (adi)