Iklan

batampos.co.id – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tanjungpinang memberi perhatian kepada pemilih dengan latar belakang pendidikan. Baik itu tenaga pendidik atau tenaga non kependidikan diharapkan tidak menjadi aktor politik praktis di lingkungannya masing-masing.

Iklan

Ketua Panwaslu Tanjungpinang, Maryamah mengingatkan guru bisa mengimbau peserta didiknya yang mempunyai hak pilih untuk menyalurkan suaranya. Tapi bukan untuk kemudian mendesak atau menyuruh siswanya memilih paslon nomor urut tertentu.

“Guru tugas pokoknya adalah mendidik dan mengajar. Dan bukan menjadi aktor politik praktis,”kata Maryamah, kemarin. .

Di tahun politik seperti ini, guru lanjutnya juga tidak luput dari pengawasan dalam menjaga netralitasnya terutama guru yang berstatus ASN. “Silahkan berpartisipasi untuk pilkada tapi tidak terlibat berpolitik praktis,” bebernya.

Namun tetap, sambung Maryamah, guru punya peran dalam menyukseskan pemilihan wali kota (Pilwako)Tanjungpinang 27 Juni mendatang. Hal itu tidak terlepas dari perannya yang aktif di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Untuk itu, kata Maryamah, peran membantu sosialisasi penyelenggaraan inilah yang diharapkan bisa ikut diemban guru di tahun politik semacam ini.

“Harapan guru bisa ikut membantu kita mengawal, bukan justru ‘bermain’ dan terlibat politik praktis dengan salah satu calon wali kota dan wakil wali kota,” ungkap Maryamah.
Selain tugas pokok sebagai pengajar, di lingkungan tempat tinggalnya guru juga teladan bagi masyarakat. Untuk itu, menjadi pahlawan tanpa tanda jasa untuk Kota Tanjungpinang dengan mengawal Pilwako agar damai sangat diharapkan kepada guru.

“Bagi guru yang berstatus ASN, sudah jelas ada larangan tidak boleh terlibat dalam dunia politik,” ungkapnya.

Jika terbukti tentu ada sanksinya. Bagi guru non ASN, meski secara aturan tidak diatur sperti ASN, namun tetap saja ada sikap moral yang perlu diperhatikan dan dijaga agar tidak mencoreng nama baik dunia pendidikan.(aya)