Iklan

batampos.co.id – Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Tanjungbalai Karimun kebobolan. Empat tahanan titipan dari Polres Karimun, Kejari Karimun dan Pengadilan Negeri Karimun, kabur dari rutan setelah menggergaji teralis besi jendela di ruang tahanan Blok C nomor 32, Sabtu (21/4) pagi sekitar pukul 04.00 WIB. Keempatnya, yakni Zahar, Surianto, Riky Susanto dan Paizal.

Iklan

Keempatnya kemudian memanjat pagar rutan setinggi empat meter untuk pergi menjauh. Namun hanya beberapa jam setelah kabur, keempat tahanan ini diringkus di beberapa tempat berbeda di Karimun. Kepala Rutan Tanjungbalai Karimun, Eri Erawan mengatakan ada yang belum sempat kabur dari kawasan rutan dan keburu tertangkap.

“Riky belum sempat kabur dari luar kawasan rutan. Ia memilih sembunyi di tempat penampungan air di rutan. Ia saat sembunyi, terjatuh dari penampungan air. Dari situlah petugas langsung membekuknya,” ujar Eri Erawan.

Dari pengakuan Riky Susanto, petugas gabungan yang terdiri dari petugas rutan, dan kepolisian mengejar tahanan lainnya yang masih bersembunyi di Karimun.

Tahanan kedua yang ditangkap petugas gabungan tak lama setelah penangkapan Riky adalah Paizal. Ia ditangkap di kawasan pemukiman di Sidorejo. Saat ditangkap, Paizal sempat melawan putugas.

Riky dan Paizal ini adalah tahanan kasus pencurian. Sedangkan Surianto dan Zahar tahanan kasus narkoba.

Siang harinya polisi meringkus Zahar yang lagi bersembunyi di rumah temannya di Kelurahan Lubuk Semut. Penangkapan Zahar ini tergolong alot. Sebab saaat dikepung, Zahar sempat hendak berlari mencari celah untuk kabur dari kepungan petugas dan nekat hendak melawan petugas.

“Saat hendak kabur itulah, petugas kepolisian mengeluarkan tembakan peringatan ke atas yang akhirnya membuat Zahar ciut nyali dan menyerah,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya melalui Kasat Narkoba, AKP Rayendra.

Usai membekuk Zahar, tak lama polisi juga meringkus Surianto saat bersembunyi di salah satu rumah saudaranya di Bukit Senang. Surianto ini sengaja kabur dan mendatangi salah satu rumah saudaranya yang lagi menggelar pesta pernikahan.

Eri menegaskan, otak dari rencana kaburnya keempat tahanan ini dari dalam rutan ini adalah Zahar. Dia yang mengajak ketiga rekannya. Namun pelariannya gagal. (san/tri)