Ari seorang pedagang ayam potong di Pasar Mega legenda Batamcenter sedang memilih ayam yang akan dipesan oleh pelanggan, Senin (16/4). | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Harga daging ayam di pasar Batam terus merangkak naik, Minggu (22/4). Saat ini harganya sudah mencapai Rp 35 ribu perkilo gram, padahal dua minggu sebelumnya masih Rp 33 ribu.

“Dua minggu kemarin masih Rp 33 ribu, terus naik Rp 34 ribu dan minggu ini sudah Rp 35 ribu,” ujar Putra penjual daging ayam di pasar Fanindo, Batuaji.

Dia mengatakan kenaikan sejak minggu ini. Belum diketahui penyebab kenaikan, namun diduga karena menjelang bulan ramadhan.

“Hal lumrah sebenarnya. Soalnya tahun-tahun kemarin saat jelang ramadhan. harga sembako termasuk daging selalu naik,” katanya.

Meski adanya kenaikan, namun diakuinya permintaan daging ayam masih tinggi. Sementara untuk pasokan ayam sendiri dipastikan cukup untuk memenuhi permintaan konsumen.

“Pasokannya masih stabil seperti biasa,” ucapnya.

Demikian juga di Pasar SP Plaza Sagulung dan pasar Pancur Piayu, Seibeduk. Harga daging ayam terpantau tinggi.

“Sudah naik. Daging ayam dan sapi naik,” katanya.

Berbeda dengan pasar Fanindo, permintaan daging di pasar tersebut sedikit menurun.

“Biasa kalau penjual ayam penyet beli tujuh hingga 10 kilo, tapi akhir-akhir ini mereka beli paling tinggi lima kilo,” katanya.

Sementara kenaikan harga daging tersebut pun banyak dikeluhkan warga. Ngatini, warga Seibeduk mengaku kenaikan harga ayam ini dirasa cukup memberatkan. Apalagi melihat kondisi ekonomi saat ini, dimana hampir seluruh kebutuhan sehari-hari juga mengalami kenaikan harga.

“Kalau semuanya pada naik, ya berat lah. Pemerintah harus bisa mengontrol harga,” tutupnya. (une)

Respon Anda?

komentar