Iklan

batampos.co.id – Sebanyak 111 atlet panah dari 10 klub panah di Batam dan Kepri berlaga menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam kejuaraan betajuk Batam Archery League 1st Round of 2018 yang digelar di Lapangan Yonif Tuah Sakti Tembesi, Batam, 15 dan 22 April. Dalam kejuaraan ini atlet panahan dari klub Batam Archery Center (BAC) mampu mendominasi perolehan medali.

Iklan

Panitia pelaksana dan wasit Batam Archery League (BAL) Ilham Maulana mengaku terkejut dengan antusiasme peserta turnamen.

“Awalnya kami hanya menargetkan 50 peserta saja. Ternyata membludak hingga 100 lebih peserta,” jelasnya.

“Kejuaraan ini terselenggara atas kerjasama Batam Archery Center (BAC) dengan Tuah Sakti Archery Center (TSAC). Peserta berasal dari klub-klub di Batam, Bintan, Kundur, dan Karimun. Selain itu turnamen ini juga didukung oleh Yonif Raiders, dan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Batam. Dan rencananya turnamen ini akan digelar sebanyak tiga kali dalam setahun,” ungkap Ilham.

Kejuaraan ini, lanjut Ilham, dimaksudkan sebagai sarana pencarian bibit baru atlet panah Kepri. “Selain itu juga untuk menghidupkan semangat berkompetisi baik dalam hal prestasi maupun hobi,” tuturnya.

Tak cuma itu, Ilham juga menjelaskan jika penilaian peserta yang mengikuti kejuaraan ini terbagi dalan dua tahap. “Pertama peserta akan dinilai per event, dan yang kedua nilai yang diperoleh peserta dalam setiap event akan diakumulasikan menjadi perolehan akhir Desember mendatang,” paparnya.

Dalam turnamen ini peserta akan memperebutkan medali dan beberapa hadiah yang akan diberikan bagi peserta yang meraih poin tertinggi di akhir tahu nanti. “Untuk setiap event yang digelar peserta akan diberikan medali. Sedang di akhir musim panitia dan vendor dari Singapura memberikan hadiah berupa perlengkapan atlet,” jelas Ilham.

“Selain itu hasil skoring peserta akan didata dan publish untuk menentukan peringkat dan rangking,” tambahnya.

Kejuaraan ini, bagi Ilham, menjadi babak baru dalam program pembinaan atlet panahan di Batam dan Kepri. “Metode klasik dalam pencarian bibit atlet panah adalah menggunakan sistem seleksi atau penjaringan. Dan ini tak bisa maksimal,” katanya.

“Dengan adanya turnamen ini atlet2 berbakat di Batam dan Kepri bisa dipantau perkembangan preatasinya,” seru Ilham.

Selain itu, tambah Ilham, kejuaraan ini akan menjadi motivasi tersendiri bagi peserta dan klub dari luar Batam dalam menggelar turnamen serupa. “Kejuaraan ini bisa menjadi contoh dan motivasi bagi rekan-rekan di daerah lain untuk menggelar kejuaraan serupa di wilayahnya masing-masing,” ucapnya.

Ilham berharap seiring dengan penyelenggaraan turnamen ini muncul dan tumbuh atlet-atlet panahan baru di Batam dan Kepri. “Semoga muncul bibit baru atlet panah dari Batam dan Kepri yang bisa memberikan prestasi maksimal di tingkat nasional dan Internasional,” jelasnya.

“Selain itu juga meminta peran aktif pemerintah dalam membantu mengembangkan cabang olahraga panahan di Batam dan Kepri. Yakni dengan memberikan fasilitas berupa venue untuk kejuaraan-kejuaraan panah di Batam dan Kepri,” pinta Ilham.

Batam Archery League ini mempertandingkan sebanyak tujuh nomor.

“Yakni Bow 15m putra, Standart Bow 20m putra, Standart Bow 30m putri, Standart Bow 40 m putra,
Compound 50m putra, Barebow 20m putra, dan Barebow 20m putri,” ujarnya.

“Dan dalam kejuaraan seri pertama ini atlet panah BAC banyak yang menjadi juara di beberapa nomor yang diperlombakan,” seru Ilham.

Dalam kategori Bow 15m putra, Syahdan Syahrudin (BAC) berhasil meraih peringkat pertama. Sementara peringkat kedua didudki oleh Taftazani Aria Santoso (Toko HariHari Archery). Peringkat ketiga disabet oleh Kenjiro Ramadham Armani (BAC)

Sedang di nomor Standart Bow 20m putra, atlet panah dari BAC berhasil menyapu bersih gelar juara. Peringkat pertama diduduki oleh Muhammad Farhan, peringkat dua Arvy Fadhil Firansyah, dan Satria Nurwijaya merebut tempat ketiga. Ketiganya berasal dari BAC.

Sementara itu di nomor Standart Bow 30m putri, Kembali atlet panah BAC merebut peringkat pertama, yakni Fandra Wimaputri Nirazizah. Peringkat dua dan tiga diduduku oleh atlet panah TSAC, yakni Dini Riski dan Wahyuni.

Di nomor Standart Bow 40m putra, atlet panah Winarno dari TSAC meraih peringkat pertama. sementara atlet BAC berada di peringkat kedua dan ketiga, yaitu Budi Darmawan Tanjung dan Arvy Fadhil Firansyah.

Untuk nomor Compound 50m putra, atlet panah BAC kembali sukses menyapu bersih gelar juara. Peringkat pertama diduduki oleh Ilham Maulana. Sedang Abdullah Sani dan Gathut Setyo Kuncoro masing-masing berada di peringkat kedua dan ketiga.

Sedang untuk nomor Barebow 20m putra, Hendra Dendy dari BAC berhasil meraih peringkat pertama, sementara Muhammad Sufi’i juga dari BAC berada satu tingkat dibawahnya. Dan Peringkat ketiga diraih oleh Rian Hermawan dari TAC Kundur.

Terakhir di nomor Barebow 20m putri, Sola Derita dari HTAC menduduki peringkat pertama, sedang peringkat kedua diraih oleh Yulastri juga dari HTAC. Dan atlet panah Liza Rickyani dari Cakrawala menempati peringkat ketiga.(yan)