Iklan
foto: tri / batampos

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Karimun, pada tahun ini, telah mengganggarkan pembangunan infrastruktur air bersih untuk di kabupaten Karimun melalui APBD 2018 sebesar Rp 5.180 Miliar. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Karimun yang mana pada tahun 2016 lalu sudah mengelontorkan dana sebesar Rp4.5 Miliar lebih untuk pemasangan pipa HDPE dengan diameter 315 milimeter sepanjang 4200 meter.

Iklan

” Benar, tahun ini kita lanjutkan jaringan pipa HDPE yang belum tersambung ke waduh Sei Bati, termasuk pembangunan Intake dan IPA di waduh Sentani nantinya,” kata Kasi Penyehatan Lingkungan PUPR Karimun, Hermawan kemarin (24/4).

Kemudian, ada juga pembangunan Spam (Sistem pengelolaan air bersih) dibeberapa kecamatan seperti pembangunan sumur bor, pemasangan jaringan air bersih ke pemukiman warga, pembangunan tower air bersih. Pemasangan pipa air bersih dan pembuatan sumur, maupun SPAM dan rehab pipa air bersih.

” Kalau untuk fasilitas umum air bersih nantinya, kalau sudah selesai pengerjaan kita serahkan kepada masyarakat atau Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Agar, bisa dirawat dan dikelola dengan benar,” ungkapnya.

Selanjutnya, Pemerintah kabupaten Karimun juga mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) mulai dari DAK Afirasi Air Bersih Penyehatan Lingkungan (AMPL) sebesar Rp2.1 Miliar lebih untuk pembangunan perluasan SPAM. Kemudian, pembangunan IPA di dua Desa dan IKK kecamatan dua kecamatan yang mencapai sebesar Rp1.2 Miliar. Dan terakhir, peningkatan kapasitas IKK dan pemasangan sambungan rumah (SR) di kecamatan sebesar RP782 Juta.

” Jadi kalau di total pembangunan infrastruktur air bersih kabupaten Karimun menjadi Rp9,3 Miliar ditambah APBN melalui kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Satker Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Provinsi Kepri sebesar Rp16,5 Miliar. Cukup besar anggarannya, yang diharapkan tahun depan bisa dinikmati,” ucap Mawan lagi.

Sementara itu Kepala Desa Rawa Jaya kecamatan Moro M Sirat ketika dikonfirmasi mengatakan, pembangunan sumur bor sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar.

” Sebenarnya kita menolok proyek dari PUPR Karimun pembangunan sumur bor. Sering macet dan bermasalah,” jawabnya singkat.

Pantauan dilapangan, pengerjaan pipa air bersih terus dibangun. Yang sudah, proses penanaman pipa yang diameternya cukup besar .(tri)