Iklan
Rika, 28, membeli ayam potong segar di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji, Senin (23/4). Harga ayam potong mengalami kenaikan, dari 30 ribu per kilogram menjadi 35 ribu sampai 37 ribu. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Mahalnya harga ayam potong di Batam yang mencapai Rp 35 ribu sampai 37 ribu per kilogram jelang Ramadan di beberapa pasar yang dikeluhkan banyak masyarakat dan pedagang makanan dibantah oleh distributor utama atau pemasok ayam potong di Batam, PT Dewi Kartika Inti.

Iklan

Menurut Dewi, pemilik PT Dewi Kartika Inti, harga ayam potong yang dijual di beberapa pasar tradisional yang tersebar se-Batam sudah tak wajar pada angka Rp 37 ribu perkilogramnya.

“Harga ayam setinggi itu, saya yakin ini ulah beberapa pedagang ayam potong di pasar yang memanfaatkan momen jelang bulan Ramadan nanti. Padahal dari saya selaku distributor saja, harga ayam itu saya jual ke pedagang pasar per kilogram ayam potong mulai Rp 29 ribu hingga Rp 29.500. Itu sudah harga tertingginya. Ini kok pedagang jual ke masyarakat hingga Rp 37 ribu, ambil untungnya kelewatan itu,” ujar Dewi, Selasa (24/4).

Untuk pasokan ayam potong sendiri di Batam ini, lanjut Dewi, mayoritas masih mengandalkan pasokan dari Jawa yakni Jakarta. Terkadang ada juga dipasok dari Medan.

Dewi menegaskan, idealnya saat ini pedagang ayam potong di pasar itu menjual ayam potongnya perkilogramnya mulai Rp 32 ribu sampai Rp 34 ribu.

“Biasanya pedagang di pasar itu kan rata-rata ngambil untungnya antara Rp 2 ribu hingga Rp 4 ribu per kilogram ayam potong. Kalau mereka ambil untungnya sudah lebih dari Rp 4 ribu per kilogram, itu sudah tak wajar lagi, itu sudah monopoli harga. Saya justru baru dengar harga ayam potong di pasar-pasar saat ini menggila, padahal dari kami masih di bawah Rp 30 ribu loh perkilogramnya,” terang Dewi.

Ia mengakui, saat ini permintaan tambahan pasokan dari beberapa pedagang meningkat. Dalam sehari biasanya hanya 2,5 ton sampai 3 ton saja ia jual, saat ini mencapai hingga 4 ton dalam seharinya.

“Kalau sudah kondisinya seperti itu, kami dari distributor ini berharap kepada pemerintah Batam untuk lebih sering melakukan operasi pasar mengontrol harga ini. Jangan sampai pedagang seenaknya menaikkan harga ayam potong ke masyarakat dengan harga yang sudah tak wajar. Kami dari distributor juga siap kalaupun nanti dimintai bantu terkait operasi pasar,” terangnya.

Saat ini di Batam, diakui Dewi, memang sudah ada beberapa peternak ayam, tepatnya di kawasan Barelang. Namun pasokannya untuk kebutuhan Batam jauh dari mencukupi.

Hal yang sama juga dikatakan oleh distributor ayam potong lainnya dari PT Batam Frozen Food, Willliam. Ia juga mengaku kaget kalau di beberapa pasar, pedagang menjual ayam potong perkilogramnya mencapai Rp 35 ribu sampai Rp 37 ribu.

“Itu harga sudah dimainkan sendiri oleh pedagang pasar. Nggak ada itu harga ayam potong setinggi itu sekarang ini di Batam. Sebab dari kami saja perkilogram ayam potong saja kami jual hanya di bawah Rp 30 ribu kok. Ini yang bikin nama kami distributor atau pemasok ayam potong jadi buruk di mata masyarakat, padahal para pedagang di pasar sendiri yang menaikkan harga setinggi itu,” terang William.

William menduga, pedagang nekat menaikkan harga daging ayam hingga Rp 37 ribu perkilogramnya, karena memanfaatkan momen jelang Ramadan yang biasanya permintaan ayam potong tinggi. (gas)