batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri TS Arif Fadillah mengatakan bahwa Pulau Penyengat, Tanjungpinang merupakan ruhnya Ibu Kota Provinsi Kepri. Atas dasar itu, Pemprov Kepri akan bersinergi dengan Pemko Tanjungpinang membangun infrastruktur penunjang di sana.

Iklan

“Kita akan keroyokan untuk membangun Penyengat. Artinya ada pembagian tugas antara Pemprov dengan Pemko,” ujar TS Arif Fadillah, Kamis (26/4).

Menurutnya, hasrat besar Pemprov Kepri bersama Pemko Tanjungpinang saat ini menjadikan Penyengat sebagai salah satu warisan budaya dunia. Namun, untuk mencapai hal itu butuh perjuangan dan kerja keras. “Memang tidak bisa kita nafikan, Penyengat adalah magnetnya pariwisata religi di Provinsi Kepri,” paparnya.

Apabila tidak ada halangan, Minggu (29/4) akan dideklarasikan Pulau Penyengat sebagai ikon Kepri Menuju Warisan Budaya Dunia. Nantinya akan dibahas persiapan secara administrasi terkait pengusulan Penyengat ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) akan dibahas bersama.

“Apa yang kurang dan perlu diperbaiki, tentu segera diperbaiki,” jelas Arif yang merupakan Ketua Relawan Aksi dan Deklarasi Pulau Penyengat Ikon Kepri menuju Warisan Budaya Dunia tersebut.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kepri Teddy Jun Askara (TJA) mengharapkan Pemprov Kepri merapatkan barisan. Karena beberapa waktu lalu, sudah ada tim perumus yang dibentuk. Ia melihat peluang Penyengat menjadi salah satu warisan budaya dunia sangat terbuka.

“Dari sisi historis kita sangat layak. Daerah-daerah lain di Indonesia terus bersolek untuk mendapatkan predikat tersebut,” ujar Teddy, kemarin.(jpg)