Iklan
ilustrasi

batampos.co.id – Pembaca batampos.co.id, ketahuilah laut kita membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten.

Iklan

Direktur Akademi Maritim Yogjakarta Dr. Wegig Pratama menilai, saat ini pemerintah kurang menyoroti industri tersebut khususnya di dunia pendidikan. Padahal, untuk mencetak SDM yang handal dan berkualitas tinggi bermula dari pendidikan.

Apalagi, isu yang tengah hangat diperbincangkan saat ini tak lain mengenai tengah kerja. Diharapkan SDM pelayaran Indonesia tidak dikuasai oleh para pelaut asing.

“Pendidikan paling utama, karena menghasilkan tenaga kerja. Baik tidaknya tenaga kerja itu di pendidikan,” ujarnya dalam acara Pelantikan dan Pengukuhan Kepengurusan Ikatan Alumni Akademi Maritim Yogyakarta, di Jakarta, seperti diberitakan Minggu (29/4).

Menurutnya, di samping pengelolaan sumber daya kelautan yang maju, modern, dan ramah lingkungan, pemerintah perlu menghadirkan SDM andal di sektor ini. “Pemerintah harus hadir dengan cara memberikan bantuan pada perguruan tinggi maupun sekolah yang di bidang pelayaran, mengadakan peralatan yaitu simulator,” katanya.

“Sebab, tanpa simulator dianggap lulusannya tidak memenuhi kompetensi. Jadi, dia harus kerja sama dengan pihak lain. Ini kan tidak maksimal,” imbuh Wegig.

Wegig memandang, alangkah hebatnya Indonesia yang dikenal sebagai negara maritim juga menguasai laut di dunia. Pasalnya, pelaut Indonesia yang mampu beredar di perairan dunia masih kalah dengan negara tetangga, Filipina.

“Sekarang kita beri gambaran negara Indonesia dengan Filipina besar mana (luas wilayahnya dan penduduknya)? besar Indonesia. Tapi dia (Filipina)) bisa menguasai pelaut di dunia ini, sebanyak 4 jutaan (pelaut asal Filipina),” katanya.

Sebagai perbandingan, Indonesia hanya memiliki 400 ribuan pelaut, sangat kecil dibandingkan jumlah penduduk yang mencapai ratusan juta jiwa.

“Kan suatu hal yang anomali, kita negara maritim, negara kepulauan terbesar di dunia, tapi nggak bisa mengeksplorasi tentang kekayaan sumber dayanya sendiri,” ucapnya.

Padahal menurut Wegig, SDM di bidang kelautan menyumbang devisa yang cukup besar bagi negara. Maka dari itu, dia pun berharap pemerintah menunjukkan kehadirannya melalui pendidikan kemaritiman.

“Dunia pelayaran sangat cantik untuk didalami karena menghasilkan devisa terbesar. Untuk laut sekitar Rp 25 triliun setiap tahunnya. Ini harus didorong,” pungkasnya.

(mys/JPC)