ilustrasi

Harapannya untuk hidup bahagia dengan istri baru harus kandas lantaran tak lama lagi statusnya akan kembali menjadi duda.

Iatulah yang dialami Donwori. Pria asal Asemrowo ini memilih hengkang dari kehidupan Karin lantaran merasa jati dirinya hilang setelah menikah. Donwori mengaku, dirinya adalah orang yang keras dan sangar. Namun rupanya kesangarannya tidak ada apa-apanya dihadapan Karin.

“Aku jadi kalahan terus di depan,” ujar Donwori saat berada di Ruang Tunggu Pengadilan Agama Kelas 1 Surabaya.

Donwori yang sehari-harinya bekerja membantu istrinya dagang ini menjelaskan, ia menikahi Karin baru beberapa bulan terakhir ini. Duda satu anak ini jatuh cinta pada janda yang ia lihat sebagai sosok tegar dan rajin bekerja. Nahasnya, ia tak tahu bahwa istrinya ini suka ngomel. Ada kesalahan sedikit saja ia langsung ngamuk tidak jelas.

“Pas ngambil es batu misalnya, kebanyakan dikit aja aku sudah dimarahin. Apalagi, kalau kelebihan ngasih kembalian,” keluhnya.

Tak hanya itu, Karin juga sering marah-marah jika Donwori ngopi di warung dan meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya. Atau, ketika melihat rumah dalam keadaan kotor, Karin langsung memarahi Donwori. Diamuk terus-terusan seperti itu, Donwori juga heran kenapa bisa tak berkutik dan mengiyakkan saja ucapan-ucapan nyelekit Karin.

Embuh yo, dia iku kayak punya kekuatan yang membuat aku mênêng cep dan tak berkutik,” ujar dia.

Harga diri Donwori juga makin terinjak-injak ketika sikap suka ngomel Karin ini ketahuan oleh teman-temannya. Sempat beberapa kali Donwori didatangi teman-temannya di rumah. Bukannya menyambut dengan baik, Karin malah marah-marah melihat kondisi rumah yang kotor.

Kesabaran Donwori sudah pada puncaknya ketika Karin membawa-bawa masalah pekerjaan saat ngomel. Donwori yang berhenti bekerja lantaran diminta Karin membantu membesarkan usaha istri kerap dituduh sebagai pria yang loyo dan mengandalkan istri. Dihina begini, Donwori pun tak terima.

“ Dia sing nyuruh berhenti, tapi akhirnya aku malah disalahkan, dipikir aku nggak punya harga diri, tak tinggal wae lah,” kata Donwori sebal. (sb/is/jek/JPR)

Respon Anda?

komentar